Dampak Corona, Jumlah Penumpang Bus di Terminal Purboyo Madiun Turun

Antara ยท Rabu, 25 Maret 2020 - 12:49 WIB
Dampak Corona, Jumlah Penumpang Bus di Terminal Purboyo Madiun Turun
Terminal Purboyo Madiun sepi penumpang lantaran wabah corona. (Foto: Antara)

MADIUN, iNews.id - Jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi bus di Terminal Purboyo, Madiun, Jawa Timur (Jatim) menurun hingga 50 persen. Hal ini disebabkan darurat wabah virus corona.

Kepala Terminal Purboyo Kota Madiun, Suyatno mengatakan sejak masyarakat diimbau melakukan jaga jarak sosial, jumlah penumpang di Terminal Purboyo turun drastis dari biasanya. Menurutnya, masyarakat banyak yang sadar untuk tidak bepergian ke mana-mana saat masih darurat.

"Masyarakat banyak sadar untuk jaga jarak sosial dan tidak pergi kemana-mana," katanya, Selasa (24/3/2020).

Sesuai data, jumlah armada bus yang masuk ke Terminal Madiun setiap harinya mencapai 400 hingga 500 unit bus. Sementara jumlah penumpang di kisaran 5.000 hingga 7.000 orang.

Petugas mencatat adanya penurunan signifikan terjadi sejak sepekan terakhir. Bahkan di akhir pekan yang biasanya selalu ada lonjakan, justru sebaliknya. 

Tercatat pada Sabtu (21/3/2020), jumlah penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang datang atau turun di terminal hanya sekitar 32,9 persen dari hari biasa. Sedangkan penumpang bus AKAP yang berangkat dari Terminal Madiun tercatat turun hingga 36,9 persen.

"Bahkan, Minggu keesokan harinya (22/3/2020), penumpang bus AKAP yang datang atau turun di Terminal Madiun menurun hingga 50,2 persen. Sedangkan yang berangkat turun 52,0 persen," katanya.

Sebelumnya, untuk mencegah penyebaran virus corona, tim gabungan BPBD, Damkar dan Satpol PP Kota Madiun telah menyemprot semua area Terminal Purboyo dengan cairan disinfektan. Proses penyemprotan disinfektan tersebut berlangsung satu jam.

"Damkar dengan mobil pemadam kebakaran, menyemprotkan cairan disinfektan hingga area landasan bus pada Senin pagi (23/3/2020)," kata Suyatno.

Dia menambahkan, sampai saat ini pihak Kementerian Perhubungan belum menginstruksikan pembatasan armada bus yang beroperasi. Dengan semakian sepinya jumlah penumpang, jumlah armada dipastikan akan ikut berkurang dengan sendirinya.


Editor : Umaya Khusniah