Buron 9 Tahun, Terpidana Korupsi DPRD Kota Probolinggo Tertangkap

Hana Purwadi ยท Jumat, 11 September 2020 - 22:00 WIB
Buron 9 Tahun, Terpidana Korupsi DPRD Kota Probolinggo Tertangkap
NK (kaos putih) terpidana perkara korupsi dikelar ke Kejari Kota Probolinggo, Jumat (11/9/2020).(iNews.id/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.idBuron terpidana korupsi perjalanan dinas DPRD Kota Probolinggo tahun 2007 tertangkap. Pria berinisial NK (47) itu diringkus tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo saat bersembunyi di rumah kerabat.

Lebih dari 8 tahun NK kabur. Selama pelarian, warga Kecematan Kanigaran, Kota Probolinggo ini selalu berpindah-pindah tempat. NK juga terkenal licin, sehingga selalu lolos saat hendak dilakukan penangkapan.

Namun, upaya pelarian NK kali ini gagal. Keberadaanya terendus dan petugas berhasil meringkusnya. Siang tadi NK dikeler ke Kejari Kota Probolinggo dan menjalani pemeriksaan.

“Dia tertangkap atas informasi intelejen kejaksaan. Bersama tim gabungan Kejaksaan Agung (Kejagung) kami berhasil meringkus,” kata Kasi Intel Kejari Kota Probolinggo Benny Briyandono, Jumat (11/9/2020).

Benny mengatakan, NK terlibat kasus korupsi perjalanan dinas DPRD Kota Probolinggo saat masih bekerja di biro perjalanan dinas CV Indonesia Makmur. Dalam sidang putusan di PN Probolinggo, NK dinyatakan bersalah dan divonis 1,2 tahun penjara.

Benny menyebut, NK sempat menjalani hukuman 2 bulan. Namun, saat itu kasus ditangguhkan karena tidak cukup bukti, sehingga NK kembali bebas. Pada perjalanannya, perkara korupsi kembali diproses hingga kasasi di Mahkamah Agung (MA).

“Begitu kasasi keluar, kami melakukan eksekusi. Tetapi, yang bersangkutan kabur dan baru sekarang tertangkap,” katanya.

Diketahui, proses perkara korupsi perjalanan dinas DPRD Kota Probolinggo ini berlangsung lama. Penyidikan dilakukan pada tahun 2009 dan sempat ditangguhkan. Pada tahun 2010 perkara kembali diproses dan NK dinyatakan bersalah. Namun, NK banding hingga kasasi ke MA pada tahun 2011.  

Dalam perkara ini, NK terbukti merugikan negara sebesar Rp100 juta. Dalam dakwaan primer, NK terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Koripsi dan divonis 1,2 tahun penjara. Selain itu, NK juga diwajibkan membayar denda Rp50 juta.


Editor : Ihya Ulumuddin