Bunuh Orang Gara-Gara Beda Pilihan Capres, Idris Divonis Seumur Hidup

Antara ยท Rabu, 03 April 2019 - 13:22 WIB
Bunuh Orang Gara-Gara Beda Pilihan Capres, Idris Divonis Seumur Hidup
Almarhum Subaidi anggota PPS Sampang yang tewas ditembak terdakwa Idris gara-gara cekcok beda pilihan capres. (Foto: iNews/Yudha Prawira)

SAMPANG, iNews.id – Terdakwa kasus pembunuhan anggota panitia pemungutan suara (PPS) Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, divonis hukuman penjara seumur hidup. Kasus pembunuhan yang terjadi November 2018 silam sempat menyita perhatian nasional lantaran korban merupakan anggota penyelenggara Pemilu 2019.

Dalam sidang terakhir dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Sampang, majelis hakim menjatuhkan putusan tersebut terhadap Idris, Selasa (2/4/2019). Terdakwa terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

"Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan tanpa hak memiliki senjata api serta amunisi. Menjatuhkan hukuman seumur hidup," ujar Ketua Majelis Hakim Budi Setyawan didampingi hakim I Gede Perwata dan Afrizal, Selasa (2/4/2019).

BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Penembakan yang Tewaskan Anggota PPS Sampang

Vonis hukuman penjara seumur hidup ini sama dengan tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang pada sidang sebelumnya.

Menanggapi putusan vonis tersebut, Penasihat hukum terdakwa Arman Syahputra mengatakan masih pikir-pikir.

"Kami punya waktu selama 7 hari, terdakwa masih pikir-pikir dengan pihak keluarganya. Hal yang menjadi keberatan adalah eksepsi terdakwa tidak dipertimbangkan hakim," ujar Arman, seusai sidang.

BACA JUGA: Petugas PPS di Sampang Diduga Jadi Korban Penembakan Orang Tak Dikenal

Diketahui, pembunuhan tersebut terjadi di Jalan Desa Sokobanah Tengah, Rabu (21/11/ 2018). Idris warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, membunuh Subaidi dengan satu kali tembakan menggunakan pistol Baretta. Peluru bersarang di dada hingga menembus perut korban.

Peristiwa ini dipicu cekcok keduanya di media sosial (medsos) facebook gara-gara beda dukungan calon presiden (capres). Kasus ini sempat menjadi perhatian nasional. Sebab korban selama ini diketahui berprofesi sebagai tukang gigi dan PPS Pemilu 2019.

Dalam sidang juga terungkap, terdakwa berpura-pura ingin menggunakan jasa korban dengan menelpon akan memasang gigi. Kemudian korban diarahkan terdakwa untuk melintas di tempat eksekusi yang telah direncanakan.

Di tengah perjalanan, tersangka menembak korban sekali dan langsung meninggalkannya. Subaidi yang terkapar sempat ditolong warga dan mendapat perawatan medis. Namunnyawanya tak terselamatkan.

Kini, Idris sebagai pelaku pembunuhan berencana harus mempertanggung jawab perbuatannya sampai seumur hidup dibalik dinginnya jeruji tahanan Rutan Kelas IIB Sampang.


Editor : Donald Karouw