Buka Posko Pengaduan Fetish Kain Jarik, Polda Jatim Imbau Korban Melapor

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 17:24 WIB
Buka Posko Pengaduan Fetish Kain Jarik, Polda Jatim Imbau Korban Melapor
korban fetish kain jarik menunjukkan bukti foto dan chat pelaku. (Foto: iNews.id/Rahmat Ilyasan)

SURABAYA, iNews.id – Polda Jawa Timur (Jatim) membuka posko pengaduan kasus fetish kain jarik mahasiswa Universitas Airlangga (Unair). Selain itu, Polda Jatim juga membuka hotline dan layanan pengaduan di WhatsApp 082143578532.

Langkah ini dilakukan Polda Jatim untuk mempercepat pengusutan kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. Sebab, sampai saat ini belum ada laporan resmi di Polda Jatim, kecuali secara daring di Unair.

“Sudah ada 15 korban yang sudah mengadu, tetapi masih sumir. Sebab, mereka tidak mencantumkan identitas secara jelas,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Senin (3/8/2020).

Trunoyudo mengakui, tidak semua korban berani melapor atas kasus pelecehan seksual yang dialami. Karena itu, dia membuka pengaduan lewat aplikasi. “Dengan jalur khusus ini, pengaduan bisa terlindungi. (identitas korban) bisa dirahasiakan. Nanti akan kita koordinasikan juga dengan komisi perlindungan,” ujarnya.

Meski begitu, Trunoyudo mengatakan bahwa penyelidikan kasus fetish kain jarik ini sudah dimulai. Namun, tahapannya baru fokus pada pengumpulan alat bukti. “Ketika semua terkumpul, baru masuk tahap penyidikan,” katanya.

Trunuyudo mengatakan, sementara ini kasus fetish kain jarik mahasiswa Unair masih berupa delik aduan. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada para korban untuk melapor. “Ini penting (laporan), supaya tuntas. Kejadian dapat diungkap,” katanya.

Diketahui, Kabar mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) jadi predator fetish atau orientasi seks menyimpang, viral di media sosial. Mahasiswa berinisial G tersebut disebut kerap meminta korbannya mengikat diri dengan kain jarik untuk kepuasan seksual.

Cerita tersebut terungkap saat akun @m_fikris, membuat cuitan di Twitter. Dalam cuitan itu, dia mengaku dipaksa G untuk mengikat diri dengan kain jarik. Dalihnya untuk kepentingan riset. Padahal, faktanya untuk kepuasan seksual.

Atas perilaku aneh tersebut, @_fikris mengingatkan semua orang untuk berhati-hati. Dalam cuitan tersebut, dia menulis “Predator ‘Fetish Kain Jarik’Berkedok Riset Akdemik dari Mahasiswa PTN di SBY, lengkap dengan foto dirinya terbungkus kain jarik.

@m_fikris mengaku menjadi korban mahasiswa G karena dipaksa membungkus diri lalu mengabadikan dengan foto dan video. @m_Fikris mengaku sempat menolak, tetapi karena kasihan, akhirnya menuruti.


Editor : Ihya Ulumuddin