BPS Sebut Banyak Lulusan SMK Menganggur, Ini Kata Dindik Jatim

Ihya Ulumuddin ยท Kamis, 16 Juli 2020 - 23:02 WIB
BPS Sebut Banyak Lulusan SMK Menganggur, Ini Kata Dindik Jatim
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wahid Wahyudi (foto: iNews.id/ihya ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jatim Wahid Wahyudi memastikan mayoritas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jatim sudah terserap di pasar kerja. Pernyataan Wahid ini disampaikan menyusul data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut banyak lulusan SMK yang menganggur.

Wahid mengatakan, selama ini lulusan SMK yang dicatat BPS, hanya yang bekerja di sektor formal atau memiliki jam bekerja minimal 36 jam seminggu. “Padahal kenyataannya lulusan SMK banyak yang bekerja freelance,” katanya Kamis (16/7/2020).

Wahid mencontohkan, tenaga perias, salon dan pekerja bengkel, mayoritas tidak tercatat sebagai pekerja formal di BPS. Padahal, mereka mempunyai keahlian dan gaji yang cukup besar, berbeda dengan pekerja formal.

“Tetapi mereka ini dianggap BPS tidak bekerja,” katanya.

Karena itu, Wahid berharap para pekerja freelance juga dimasukkan dalam angkatan kerja oleh BPS. Harapannya, bisa memacu semangat para siswa menempuh studi di SMK.

Diketahui, berdasarkan data BPS hingga Mei lalu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) nasional didominasi oleh para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Adapun, jumlah TPT sebanyak 6,88 juta orang di bulan Februari 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan dari total 6,88 juta TPT yang ada, 8,49 persen di antaranya merupakan lulusan SMK. “TPT SMK masih yang paling tinggi di antara tingkat pendidikan lain,” ujarnya.

Sementara itu, TPT di wilayah Provinsi Jawa Timur pada Februari 2020 tercatat sebesar 3,69 persen. Terjadi penurunan 0,14 persen dibanding TPT Februari 2019 sebesar 3,83 persen. Jumlah itu didominasi lulusan SMK, sebanyak 8,04 persen.


Editor : Ihya Ulumuddin