BPBD: Tidak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Hutan Gunung Arjuno

Andi Mohammad Ikhbal ยท Selasa, 30 Juli 2019 - 09:10 WIB
BPBD: Tidak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Hutan Gunung Arjuno
Kondisi kebakaran di hutan Gunung Arjuno. (Foto: Istimewa).

BATU, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Jawa Timur (Jatim), meyakini tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran hutan Gunung Arjuno. Ada 90 pendaki di wilayah terdampak, telah dievakuasi.

Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNBP, Agus Wibowo mengatakan, BPBD mengonfirmasi, pendaki yang terdata naik dari pos pendakian sudah turun semua dari Gunung Arjuno.

"Total ada 90 pendaki. Semua sudah turun dari gunung pada Senin (29/7/2019) kemarin," kata Agus dalam keterangan pers yang diterima iNews.id, Selasa (30/7/2019).

Rinciannya, 47 orang yang terdata berhasil dievakuasi turun Senin dini hari. Kelompok lain berjumlah enam pendaki turun lewat jalur Purwosari. Kemudian 12 orang lainnya juga sudah turun pada Senin pagi.

Lalu, ada 25 orang kelompok pendaki lain yang tercatat di pos pendakian. Tapi mereka sudah turun lebih dulu sejak Minggu pagi.

"Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut," ujar dia.

Sementara itu, rekomendasi dari personel gabungan, jalur pendakian Gunung Arjuno Welirang masih ditutup sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

Personel yang terlibat dalam proses evakuasi dan pemadaman api di sana berasal dari TNI, Polri, BPBD Kota Batu dan Jatim, dan sejumlah relawan bersama warga.

"Personel juga akan melakukan pemantauan di lapangan dalam tiga sampai tujuh hari ke depan. Mereka akan mengkaji dan melihat kronologi kejadian, luas area terbakar, dan menyisir potensi pendaki belum turun," ujarnya.

Sebelumnya, informasi dari BPBD pada Senin kemarin, titik api di puncak Gunung Arjuno sudah dapat dikendalikan. Personel gabungan untuk penanganan darurat kebakaran di hutan Gunung Arjuno sudah ditarik mundur.,

Estimasi luasan hutan yang terdampak kebakaran hutan diperkirakan mencapai 40 hektare di blok Gentong Growah, dengan elevasi antara 2.700 - 2.800 mdpl.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal