BPBD Lamongan Keluarkan Imbauan Waspada Buaya bagi Warga Sekitar Bengawan Solo

Ihya Ulumuddin, Abdul Wakhid ยท Sabtu, 05 Oktober 2019 - 12:24:00 WIB
BPBD Lamongan Keluarkan Imbauan Waspada Buaya bagi Warga Sekitar Bengawan Solo
Penampakan buaya di aliran Sungai Bengawan Solo wilayah Lamongan. (Foto: iNews/Abdul Wakhid)

LAMONGAN, iNews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan mengimbau warga di sekitar Bengawan Solo mewaspadai keberadaan buaya. Hal ini setelah merespons kemunculan reptil tersebut di permukaan air dalam beberapa hari terakhir.

“Warga harus waspada dan berhati-hati, terutama yang beraktifitas di sekitar sungai,” kata petugas BPBD Lamongan Muslimin, Sabtu (5/1/2019).

Menurutnya, BPBD Lamongan telah meminta warga tidak beraktivitas di sekitar sungai. Apalagi masuk ke dalam air. Pasalnya, sewaktu-waktu buaya bisa keluar dan mengancam jiwa mereka.

“Warga harus waspada dan berhati-hati, terutama yang beraktifitas di sekitar sungai,” katanya.

Sementara itu, sejak kemunculan buaya di Desa Konang, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, kawasan sekitar sungai Bengawan Solo menjadi ramai. Hampir setiap sore warga berdatangan karena penasaran, ingin melihat penampakan buaya.

Menurut Taufik, salah seorang warga, saat sore hari, buaya ukuran kecil kerap muncul. Jumlahnya cukup banyak. Karena itu, warga kerap datang untuk melihat dan mengabadikan fenomena tersebut dengan kamera.

“Biasanya memang sore hari muncul. Tetapi karena kondisinya ramai, durasinya tidak lama. Beberapa menit muncul, setelah itu hilang lagi,” katanya.

Kemunculan buaya kecil ini kata Taufik, menjadi hiburan bagi warga sekitar. Beberapa warga dari luar daerah bahkan rela datang untuk melihat dan mengabadikan buaya-buaya tersebut.

“Yang ukuran kecil sering muncul. Tetapi yang besar, katanya seukuran perahu jarang terlihat,” katanya.

Diketahui, beberapa hari lalu, warga di sekitar sungai Bengawan Solo geger lantaran kemunculan empat ekor buaya berukuran di Desa Konang, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan.

Informasi yang dihimpun, kemunculan buaya ini seiring dengan kondisi surut Bengawan Solo akibat kemarau. Sejumlah buaya yang berhabitat di sungai tersebut berenang dan mencari genangan air yang masih dalam untuk bertahan hidup. Salah satunya di Desa Konang.


Editor : Donald Karouw