get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral Sound Horeg di Karnaval Mojokerto dari Siang hingga Pagi, Sejumlah Rumah Rusak

Berkah Cabai Mahal, Dealer Motor di Mojokerto Kejatuhan Rezeki dari Petani

Senin, 29 Maret 2021 - 21:45:00 WIB
Berkah Cabai Mahal, Dealer Motor di Mojokerto Kejatuhan Rezeki dari Petani
Salah seorang petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong menunjukkan motor yang dibeli dari hasil menjual cabai, Senin (29/3/2021).

MOJOKERTO, iNews.idDealer motor di Kabupaten Mojokerto ikut kejatuhan rezeki dari petani setelah harga cabai meroket hingga menembus Rp120.000 per kg. Tingginya harga cabai itu membuat petani di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ramai-ramai memborong motor hingga perhiasan. 

Beberapa di antara mereka bahkan sukses membeli mobil, hewan ternak serta merenovasi rumah. 

Kepala Dealer Honda Tirto Agung Mojokerto David Kurniawan mengatakan, selama masa panen raya cabai, pembelian motor di dealernya mengalami kenaikan cukup signifikan.

Meningkatnya jumlah pembeli motor di dealernya paling terasa dalam bulan ini. Kurang lebih ada kenaikan 150 persen dibanding bulan-bulan sebelumnya. "Ini kenaikan penjualan di wilayah Dawarblandong saja," katanya, Senin (29/3/2021). 

David tak memungkiri bahwa panen cabai turut membawa berkah bagi penjualan sepeda motor di dealernya. Bahkan, dalam sebulan satu orang sales mampu memenuhi penjualan hingga 20 lebih unit motor. 

"Rata-rata motor yang dibeli Scoopy. Dibayar juga kontan semua. Kita sampai kewalahan mengantar bolak balik satu persatu kendaraan matic ini," katanya.

Kepala Desa Pucuk, Nanang Sudarmawan mengaku bersyukur dengan harga cabai saat ini sehingga mendongkrak perekonomian warganya yang sebagian besar petani. 

"Alhamdulilah sejak harga cabai mahal perekonomian warga meningkat. Banyak dibelikan barang-barang berharga. Setahu saya ada puluhan sekitar 30 sampai 50 motor. Paling banyak jenis motor matik dan ada juga beli mobil," kata Nanang Sudarmawan.

Nanang mengatakan, di Desa Pucuk, hampir 95 persen dari total sekitar 1.100 KK (kepala keluarga) merupakan petani cabai. Ratusan warga itu tersebar di lima dusun, yaitu Dusun Wotgaru, Dusun Pucuk,Dusun Brejel Lor, Dusun Brejel Kidul, Dusun Kwarigan. 

"Mereka membeli puluhan motor dan mobil secara kontan dari hasil keuntungan panen cabai. Sebab, harga cabai selangit tembus Rp90.000 hingga Rp95.000 per kilogram di tingkat tengkulak," ujarnya. 

Menurut Nanang, paling banyak petani cabai yang memborong kendaraan motor berada di Dusun Pucuk. Sebab, di lahan cabai di dusun tersebut cukup luas. Mayoritas penduduknya juga petani cabai.

Kepala Desa dua periode ini menyebut, harga cabai tahun 2021 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini sangat tinggi, dan bertahan hampir dua bulan. Mulai dari harga Rp50.000 di awal panen Februari lalu, terus merangsek naik hingga mencapai Rp95.000.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut