Beri Cek Kosong, Manajemen Sipoa Group Dilaporkan Warga ke Polda Jatim

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 26 Maret 2018 - 22:42 WIB
Beri Cek Kosong, Manajemen Sipoa Group Dilaporkan Warga ke Polda Jatim
Salah satu proyek apartemen milik Sipoa Group di Sidoarjo Jatim. (Foto: Dok.SINDOnews)

SURABAYA, iNews.id – Ratusan konsumen apartemen Sipoa mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur, Senin (26/3/2018).

Massa yang tergabung dalam Paguyupan Customer Sipoa (PCS) ini datang untuk melaporkan dugaan penipuan oleh manajemen Sipoa Group dalam penjualan hunian apartemen.

Langkah ini diambil karena PT Sipoa Group tak kunjung memberikan solusi atas mandegnya proyek pembangunan apartemen yang telah mereka jual. Belakangan, cek yang diklaim sebagai ganti rugi atas pembayaran rumah atau apartemen yang gagal bangun juga tidak bisa dicairkan (cek
kosong).

“Seluruh konsumen sudah membayar. Beberapa bahkan sudah melunasi. Tetapi ternyata apartemen gagal di bangun. Kami protes, meminta uang dikembalikan yang akhirnya diberikan cek. Ternyata tidak bisa dicairkan juga. Ini penipuan namanya,” kata salah seorang korban Ary Wahyudi.

Kuasa Hukum PCS, Firman Wahyudin membenarkan fakta tersebut. Dia mengaku sebagian konsumen mendapatkan cek ganti rugi namun nyatanya kosong. Sebagian lagi justru belum mendapatkan ganti rugi.  “Karena alasan itu, kami datang ke sini,” katanya.

Firman menambahkan, selain mengadukan dugaan penipuan, dalam kasus ini, para konsemen juga meminta kepada aparat kepolisian menerapkan juga Pasal 3, UU No 8/2010, tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Salah satu korban, Ari Widyastuti mengaku jika dirinya baru membayar sebesar Rp 57 juta untuk satu unit apartemen di Sidoarjo. Namun yang diakui pihak perusahaan hanya Rp 54 juta. Namun
korban yang lain mencapai ratusan juta rupiah. “Kami laporkan tindak pidana pencucian uang, karena cek kita kosong semua,” ucap Ari.

Sejumlah cek yang tertera sebagai ganti rugi gagal bangun untuk rumah dan apartemen di wilayah Sidoarjo ini, dengan nominal bervariasi mulai Rp200 juta, Rp 400 juta, dan Rp 700 juta.  “Semua tidak ada yang keluar, ceknya blong,” katanya.

Untuk diketahui, kasus dugaan penipuan apartemen Sipoa ini bergejolak lantaran proyek yang dijanjikan belum juga dibangun. Padahal, hampir seluruh konsumen sudah membayar dan melunasi pembelian hunian vertikal tersebut. Tak hanya itu, konsumen juga menduga ada unsur penipuan,
setelah mendapati tanah yang akan dijadikan proyek tersebut masih kosong

Informasi yang dihimpun, konsumen awalnya tertarik untuk membeli Apartemen Sipoa di kawasan Tambak Oso Waru, Sidoarjo, karena harga yang miring. Harga setiap hunian bervariasi, mulai dari Rp 185 sampai 190 juta dan 210 juta. Selain itu, para konsumen tertarik lantaran juga ada kerja sama dengan pemerintah daerah.


Editor : Kastolani Marzuki