Belajar Komputer Otodidak, Petani Jadi Otak Komplotan Pemalsu Dokumen

Sholahudin ยท Kamis, 25 Januari 2018 - 22:36 WIB
Belajar Komputer Otodidak, Petani Jadi Otak Komplotan Pemalsu Dokumen
Petugas Polres Mojokerto saat gelar perkara pengungkapan komplotan pemalsu dokumen. (Foto: iNews/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.id – Seorang petani yang mempelajar komputer secara otodidak menjadi otak pemalsuan dokumen yang meresahkan di Mojokerto, Jawa Timur (Jatim). Dia berhasil dibekuk petugas Polres Mojokerto bersama dua rekan lainnya.

Pengungkapan jaringan komplotan pemalsu dokumen itu terbongkar saat Polsek Pacet mengadakan operasi malam di ruas Jalan Raya Pacet. Petugas mendapati pengemudi truk, PJ alias Pujiono, menggunakan SIM palsu saat pemeriksaan kelengkapan berkendara. Sadar dicurigai petugas, Pujiono mencoba melarikan diri dari operasi, namun berhasil dihentikan saat di pos polisi wilayah Mojosari.

Dari keterangan PJ, dia mengaku memesan SIM palsu itu dari kedua kenalannya, yakni AS alias Sofii yang berprofesi sebagai petani dan rekannya KD alias Kamid. AS berperan sebagai pembuat SIM palsu, sedangkan KD, perantara yang menjualnya. Kedua pelaku merupakan warga asal Kecamatan Gondang.

“Kasus ini diawali dari kecurigaan beredarnya SIM palsu. Petugas kami menyelidiki dan mengamankan para pelaku. Modus mereka, menggunakan lotion untuk memanipulasi SIM kemudian melaminatingnya,” kata Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata.

Dari hasil pengembangan dan penangkapan ketiga pelaku. Polisi mendapati komplotan itu juga memalsukan dokumen lain seperti SKCK, ijazah, dan KTP. Puluhan dokumen palsu itu diamankan petugas sebagai barang bukti, beserta sejumlah peralayan komputer.

Kepada petugas, AS mengaku sudah memalsukan lebih dari 40an dokumen. Baik itu SIM, SKCK, KTP maupun ijazah. “Saya belajar otodidak, lalu membeli komputer dan mempelajarinya,” kata AS.

Para pelaku dijerat dengan pasal yang berbeda-beda tergantung peran masing-masing. AS pembuat dokumen dijerat Pasal 264 KUHP tentang Pemalsuan Surat dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Sementara  PJ dan KD, pengguna dan pengedar dokumen palsu dijerat Pasal 55 KUHP tentang Turut Serta Membuat Dokumen Palsu, dengan ancamana hukuman enam tahun penjara.


Editor : Donald Karouw