Bejat, Buruh Tani di Lamongan Perkosa Siswi SMP hingga Hamil dan Melahirkan

Abdul Wakhid ยท Senin, 22 Juni 2020 - 09:30 WIB
Bejat, Buruh Tani di Lamongan Perkosa Siswi SMP hingga Hamil dan Melahirkan
Kapolres Lamongan, AKBP Harun dan tersangka pemerkosaan, Sutiono saat rilis kasus. (Foto: iNews/Abdul Wakhid)

LAMONGAN, iNews.id - Seorang buruh tani di Lamongan, Jawa Timur (Jatim) ditangkap polisi karena memperkosa siswi kelas VIII SMP. Akibat perbuatan tersangka, korban hamil dan melahirkan seorang anak perempuan.

Sutiono (25) warga Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan ditangkap Tim Reserse Kriminal Polres setempat. Pelaku mencabuli AD (14) warga Jatipandak, Kecamatan Sambeng.

Awalnya, pelaku mengaku mengenal korban melalui Facebook. Keduanya lantas menjalin hubungan cinta. Pada Agustus 2019, pelaku mengajak korban berkunjung ke rumahnya dengan alasan akan dikenalkan pada orang tua.

Sampai di rumah, pelaku justru menarik korban masuk kamar dan memaksanya berhubungan badan. Kepada korban, pelaku mengaku jika hubungan mereka sudah direstui ibunya.

Keduanya sudah melakukan hubungan badan hingga lima kali hingga akhirnya korban hamil. Pelaku mengancam akan menyebarluaskan aib tersebut bila korban bercerita kepada orang lain. Akhirnya, korban tidak berani bercerita kepada orang tua.

Hingga pada 12 Juni lalu, korban mengeluh sakit perut dan oleh keluarga dibawa ke bidan. Setelah diperiksa, ternyata korban malah melahirkan.

Korban akhirnya menceritakan semua kejadian tersebut kepada keluarga. Tidak terima dengan perbuatan pelaku, keluarga akhirnya melapor ke polisi.

Kapolres Lamongan, AKBP Harun mengatakan, korban merupakan tetangga desa pelaku. Setelah divisum dan meminta keterangan para saksi, akhirnya polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap tersangka.

"Pelaku mengakui melakukan persetubuhan pada bulan Agustus 2019. Baru diketahui pada bulan Mei 2020, korban sakit perut ternyata melahirkan," katanya saat rilis kasus, Jumat (19/6/2020).

Sementara pelaku mengaku melakukan aksi bejat tersebut karena khilaf. Dia juga meminta maaf kepada orang tua dan juga korban serta berjanji akan bertanggung jawab.

"Saya mau jadi laki-laki yang bertanggung jawab dan menikahi anak Bapak. Saya minta maaf sudah bersetubuh dengan anak Bapak lima kali, karena dulu suka sama suka," katanya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita baju pelaku serta korban sebagai barang bukti. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 dan 82 Ayat 1 atau Ayat 2 UU Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah