BBM Jenis Solar Langka, Perwakilan Sopir Trailer Mengadu ke DPRD Jatim

Ihya Ulumuddin ยท Jumat, 15 November 2019 - 16:42:00 WIB
BBM Jenis Solar Langka, Perwakilan Sopir Trailer Mengadu ke DPRD Jatim
Suasana saat perwakilan sopir trailer bertemu anggota DPRD Jatim, Jumat (15/11/2019). (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Puluhan sopir trailer mendatangi wakil rakyat di Gedung DPRD Jawa Timur, Jumat (15/11/2019). Massa yang tergabung dalam Serikat Pekerja Angkutan Trailer Indonesia (Spati) Jatim ini datang mengadu lantaran kesulitan mendapatkan BBM jenis solar.

Ketua Spati Jatim Achmad Nurrochim mengatakan, sejak sepekan lalu solar langka di SPBU. Akibatnya, para sopir mengalami kerugian besar karena pengiriman barang terganggu.

“Gara-gara kelangkaan BBM solar kami mengalami kerugian besar. Perlu diingat, yang kami angkut merupakan barang untuk ekspor-impor, tentunya berpengaruh pada perekonomian di Jatim," kata Nurrochim, Jumat (15/11/2019).

Dia berharap, DPRD Jatim turun tangan membantu berkomunikasi dengan Pertamina mengatasi persoalan kelangkaan solar tersebut.

"Kami harap segera ada kejelasan akan kelangkaan ini agar bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Kami tunggu dua tiga hari ini. Jangan beri kami janji-janji. Kami butuh kepastian. Kami tidak bisa mencegah bila para supir mogok, sebab dampaknya timbul kerugian di mana-mana," ujarnya.

Dia mencontohkan, kondisi kemarin terjadi kekosongan solar di SPBU kawasan Margomulyo dan Kalianak. Kemudian para sopir mendapat info jika ada solar di SPBU kawasan Simo Pomahan, Banyuurip.

“Akhirnya kami semua ke sana. Imbasnya terjadi kemacetan luar biasa," tuturnya.

Ketua FPDIP Jatim Sri Untari yang menerima aspirasi dan keluhan para sopir menegaskan, perlu segera ada pemecahan atas persolan tersebut.

"Secepatnya kami berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk mencari masalah yang menyebabkan kelangkaan (solar) ini. Jika mengalami kesulitan akan kami laporkan ke Presiden langsung," kata Sri Untari.

Dia setuju dengan kekhawatiran para sopir, di mana kondisi perekonomian Jatim bisa terganggu dengan terjadinya kelangkaan solar.

“Pak Jokowi sudah berpesan  urusan ekspor-impor jangan pakai lama dan tak berbelit," tuturnya.

Anggota FPDIP DPRD Jatim Diana Amaliyah Veratiningsih menambahkan,  akan meneruskan aspirasi para sopir tersebut ke Komisi VII DPR yang berkoordinasi dengan Pertamina.

"Lewat Komisi VIII DPR kami akan pertanyakan soal kelangkaan solar ini," kata Diana.

DPRD Jatim juga menekankan agar BPG-Migas selaku pemegang kebijakan memperketat pengawasan distribusi stok solar. Tentunya dengan bekerja sama melibatkan Polri dalam melakukan pengawasan.

"Sebab jika stok dari atas normal dan tak ada permintaan lebih, berarti ada indikasi 'tidak beres'. Mafia migas macam ini harus diberantas. Karena efeknya menyangkut hajat hidup orang banyak, termasuk sektor industri, ekspor-impor, serta neraca dagang dan seterusnya," tuturnya.

Editor : Donald Karouw