Basement Gedung Diagnostic Center RSUD Dokter Soetomo Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Yudha Prawira ยท Senin, 14 September 2020 - 17:36 WIB
Basement Gedung Diagnostic Center RSUD Dokter Soetomo Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
Kebakaran di Basement Gedung Diagnostic Center RSUD Dokter Soetomo Surabaya. (Foto: iNews/Yudha Prawira)

SURABAYA, iNews.id - Basement yang dijadikan parkir mobil di Gedung Diagnostic Center RSUD Dokter Soetomo Surabaya, Jawa Timur (Jatim) terbakar Senin (14/9/2020) sore. Api diduga berasal dari korsleting pada panel listrik.

Asap tebal berwarna hitam pekat keluar dari bagian basement Gedung Diagnostic Center. Akibat kejadian ini, karyawan maupun staf medis dan pasien sempat dibuat panik. Sesuai prosedur, beberapa pasien sempat dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Selain para pasien, petugas rumah sakit juga mengevakuasi dan mengeluarkan kendaraan-kendaraan yang parkir di basement.

Kejadian ini segera dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran Kota Surabaya. Tak lama kemudian, 10 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Untuk memudahkan proses pemadaman, polisi terpaksa menutup Jalan Dharmawangsa atau di depan RSUD Dokter Soetomo.

Petugas pemadam kebakaran bergerak dengan berusaha mencari titik api yang berada di basement. Bahkan, petugas terpaksa menjebol tembok basement untuk mencari titik api.

Titik api ternyata berada di gudang penyimpanan peralatan dan perlengkapan untuk proyek rawat jalan. Dengan segera petugas memadamkan titik api.

Direktur Penunjang Medik RSUD Dokter Soetomo, Dr Hendrian Dwikoloso mengatakan, penyebab kebakaran bukan karena mesin genset ataupun mesin pompa air. “Itu yang terbakar gudang. Ini kami sedang bangun fasilitas rawat jalan,” katanya.

Kapolsek Gubeng, Kompol Fahlevi mengatakan, yang terbakar yakni panel listrik. ”Kami masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi-saksi,” katanya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi di saat jam pulang kantor ini. Polisi masih belum dapat memastikan penyebab kebakaran karena menunggu hasil penyelidikan.


Editor : Umaya Khusniah