Baru Bermain di Bawah Air Terjun, 2 Bocah di Tulungagung Tewas Tenggelam

Anang Agus Faisal ยท Sabtu, 12 September 2020 - 21:25 WIB
Baru Bermain di Bawah Air Terjun, 2 Bocah di Tulungagung Tewas Tenggelam
Jenazah kedua korban yang tenggelam di Sungai Song, Desa Karanganom, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (12/9/2020). (Foto: iNews/Anang Agus Faisal)

TULUNGAGUNG, iNews.id – Dua bocah di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), ditemukan tewas tenggelam di Sungai Song, Desa Karanganom, Kecamatan Kauman, Sabtu (12/9/2020). Seorang korban ditemukan tergeletak kaku di tepi sungai dan seorang lainnya tenggelam di dasar sungai.

Kedua korban tewas, yakni Nizar Bahrul Ulum (10), dan Satria (10). Kedua korban warga Desa Banaran, Kecamatan Kauman. Warga berhasil mengevakuasi kedua korban yang tenggelam pada Sabtu sore tadi.

Kapolsek Kalangbret AKP Puji Hartanto mengatakan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban Nizar ditemukan tergeletak di tepi sungai dengan kondisi telah meninggal dan terbujur kaku. Sementara satu korban lainnya Satria, ditemukan tenggelam di dasar sungai.

Peristiwa nahas ini berawal saat korban bersama empat temannya bermain di lokasi. Kedua korban langsung tenggelam sesaat setelah menceburkan diri ke sungai, di bawah air terjun, yang diperkirakan berkedalaman lebih dari 3 meter.

“Awalnya ada enam anak, yang dua ini langsung masuk dan main di bawah air terjun. Karena aliran air dari tebing terlalu deras dan dalam, mereka langsung tenggelam,” AKP Puji Hartanto.

Melihat kedua temannya tenggelam, keempat teman korban berlari memberitahukan kepada warga sekitar. Tak lama kemudian, warga berupaya mencari kedua korban yang tenggelam dan akhirnya menemukan mereka.

“Yang empat lari karena dua temannya enggak muncul-muncul. Mereka kemudian memberitahukan kepada warga sekitar. Warga langsung menyelam mencari kedua korban. Setelah 30 menit kemudian, warga berhasil menemukan keduda korban,” kata Puji Hartanto.

Puji mengatakan, berdasarkan hasil visum di rumah sakit, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah kedua korban. “Peristiwa tersebut murni kecelakaan karena kedua korban tenggelam,” kata Puji.


Editor : Maria Christina