Banyuwangi Zona Merah, Bupati Keluarkan Kebijakan Tekan Penyebaran Covid-19

Eris Utomo ยท Senin, 14 September 2020 - 14:50 WIB
Banyuwangi Zona Merah, Bupati Keluarkan Kebijakan Tekan Penyebaran Covid-19
Bupati Banyuwangi, Abdulah Azwar Anas. (Foto: iNews/Eris Utomo)

BANYUWANGI, iNews.id – Jumlah pasien positif Covid-19 di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) mencapai lebih dari 1.000 orang. Bupati Banyuwangi, Abdulah Azwar Anas mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Salah satu kebijakan tersebut yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diminta menerapkan Work from Home (WFH) atau kerja dari rumah sebesar 50 persen. Kebijakan tersebut dimulai pada Senin (14/9/2020).

Kebijakan lain juga diambil di antaranya, pemberlakuakn jam operasional pertokoan, retail modern dan mal. Mereka diperkenankan buka pukul 10.00 WIB dan tutup pada 18.00 WIB.

“Apabila ada yang melanggar, akan dikenakan sanksi,” kata Azwar, Minggu (13/9/2020).

Selain itu, kini kegiatan masyarakat yang bersifat massal atau mengumpulkan orang seperti acara pernikahan atau khitanan juga dibatasi. “Sebaiknya tidak dilaksanakan kecuali hanya untuk acara yang mendesak, itupun orangnya harus dibatasi,” katanya.

Bupati pun memerintahkan semua camat untuk turun ke masyarakat guna penanganan pencegahan penularan Covid-19. Mereka diminta terus menyosialisasikan menggunakan masker yang benar.

“Kepada camat dan tim, harus segera turun ke lapangan, berkoordinasi dengan tokoh agama, kalau perlu saat salat Jumat, sampaikan Banyuwangi ada di zona merah Covid-19,” katanya.

Hingga Minggu (13/9/2020) siang, data kasus positif Covid-19 di Banyuwangi mencapai 1.025 orang. Sebanyak 291 orang dinyatakan sembuh dan 690 pasien masih dirawat.

Sementara 31 orang dinyatakan meninggal dunia. Dari data tersebut, mayoritas pasien positif berasal dari salah satu pondok pesantren di Banyuwangi.


Editor : Umaya Khusniah