Bantuan Banjir untuk Asrama Mahasiswa di Kaliwates Jember Ditarik Kembali, Pengelola Kecewa

Bambang Sugiarto ยท Sabtu, 15 Februari 2020 - 07:00 WIB
Bantuan Banjir untuk Asrama Mahasiswa di Kaliwates Jember Ditarik Kembali, Pengelola Kecewa
Pengelola asrama di Jember, Mastur, Sabtu (15/2/2020) (Foto:iNews/Bambang Sugiarto)

JEMBER, iNews.id - Bantuan korban banjir berupa selimut, kasur dan sembako yang diberikan Bupati Jember Faida secara simbolis kepada 18 mahasiswa IAIN Jember lewat pengelola asrama ditarik kembali. Penarikan bantuan dilakukan dengan alasan ada pendataan ulang.

Padahal asrama bernama Baitul Ilmi yang berlokasi di Jalan Jumat Karangmluwuh, Kecamatan Kaliwates, Jember ini terdampak banjir genangan anak sungai hingga ketinggian lutut orang dewasa, Jumat (6/2/2020). Banyak saksi melihat penyerahan bantuan tersebut.

Mahasiswa yang asramanya terdampak banjir beberapa waktu lalu itu sangat memerlukan bantuan tersebut karena kasur dan tempat tidur basah lantaran dampak banjir. Saat itu, sudah diserahkan bantuan simbolis lima kasur, lima selimut dan dua boks sembako.

"Dibilang masing-masing nanti dapat satu, satu kasur dan selimut. Ada sembako juga. Ternyata setelah bubar semua, ada petugas meminta kembali," kata pengelola asrama Mastur, Sabtu (15/2/2020).

Mastur mengatakan yang meminta penarikan bantuan tersebut yakni camat setempat karena dinilai tidak sesuai dengan KK. Namun, akhirnya asrama mendapat dua kasur dan dua selimut.

"Itu dikasih tiga hari kemudian," katanya.

Mastur kecewa karena anak asuhnya belum bisa tidur dengan layak akibat terkena banjir. Dia mengatakan hingga saat ini masih ada fasilitas yang belum bisa dipakai.

"Kan kalau ada bantuan minimal bisa membantu," katanya.

Sementara itu, Camat Kaliwates Asrah Joyo Widono membantah informasi yang beredar. Dia mengatakan bantuan tetap diberikan.

"Kemarin sisa dua jadi diberikan ke sana," katanya.

Camat Kaliwates Asrah Joyo Widono, Sabtu (15/2/2020) (Foto:iNews/Bambang Sugiarto)
Camat Kaliwates Asrah Joyo Widono, Sabtu (15/2/2020) (Foto:iNews/Bambang Sugiarto)

Asrah juga mengatakan pengelola asrama tidak mempunyai KK setempat jadi luput dari pendataan Ketua RT. Dia menegaskan tidak ada penarikan bantuan.

"Jadi begini, bukan ditarik petugas, bantuan didistribusi, data sesuai KK yang diajukan temen-temen RT dan RW," katanya.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq