Balita di Malang Hilang Diduga Terseret Arus Selokan saat Hujan Deras

Ihya Ulumuddin, Deni Irwansyah ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 10:47 WIB
Balita di Malang Hilang Diduga Terseret Arus Selokan saat Hujan Deras
Posko Tim SAR Gabungan di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (Foto: iNews/Deni Irwansyah)

MALANG, iNews.id – Hujan deras yang melanda Malang, Jawa Timur (Jatim) Senin (10/2/2020) malam mengakibatkan seorang balita hilang terseret arus. Korban diduga hanyut di selokan depan rumah yang mengarah ke sungai.

Pencarian seorang Muhammad Alfarizi (3,5) yang hilang akibat terseret arus banjir langsung dilakukan Senin malam. Namun karena terbatasnya penerangan, pencarian sempat dihentikan.

Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian pada Selasa (11/2/2020) pagi. Ada tiga tim gabungan yang dibentuk untuk menemukan korban. Mereka terdiri atas anggota Basarnas, relawan SAR, TNI dan polisi.

Kronologi hilangnya korban bermula saat dia bermain hujan di depan rumah dengan membawa payung kecil warna merah pada Senin (10/2/2020) pukul 17.15 WIB. Diduga, korban mendekati selokan yang airnya tengah meluap dan berarus deras.

Korban kemungkinan jatuh dalam selokan yang mengalir ke sungai besar tersebut. Anggota keluarga tidak menyadari hilangnya korban karena saat kejadian, nenek sedang di dalam rumah dan memasak.

Nenek mencari korban baik di dalam dan luar rumah, namun tidak menemukan. Payung kecil milik korban tergeletak di pinggir selokan. Saat kejadian, korban memakai baju dan celana hitam.

Upaya pencarian ini dipimpin langsung oleh Basarnas Surabaya. Pusat posko ada di Balai Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Ketua Tim Pencarian, Ainul Makhdin mengatakan ada sekitar 60 orang yang tergabung dalam upaya pencarian korban. Petugas akan mencari korban dengan cara menyisir aliran selokan dan sungai dengan cara manual menggunakan ban.

“Perahu tidak memungkinkan untuk digunakan di lokasi karena banyak batuan dan juga dangkal,” katanya.

Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Mudji Utomo, mengatakan warga sampai saat ini sedang melakukan pencarian terhadap korban. Dugaan korban yang hanyut terbawa arus sungai ini, dikuatkan dengan keterangan beberapa saksi dan pihak keluarga korban.

"Sesaat sebelum kejadian, bocah yang akrab disapa Rafa itu memang sempat bermain air hujan disekitar rumah yang memang tidak terlalu jauh dari sungai," katanya.


Editor : Umaya Khusniah