Awal 2018, Surabaya Punya 8 Bus Antimacet Dilengkapi 12 CCTV

Ihya Ulumuddin · Jumat, 29 Desember 2017 - 19:47 WIB
Awal 2018, Surabaya Punya 8 Bus Antimacet Dilengkapi 12 CCTV
Suroboyo Bus segera beroperasi awal tahun 2018 untuk mendukung kebutuhan program angkutan massal cepat (AMC) yang digagas Pemkot Surabaya selama ini. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya baru saja mendatangkan delapan armada bus yang diberi nama Suroboyo Bus. Bus antimacet ini segera beroperasi awal tahun 2018 dan diharapkan mampu mengurangi beban volume kendaraan di jalan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung mencoba naik bus itu pada Jumat pagi (29/12/2017) di halaman Taman Surya. Dari Taman Surya, rombongan wali kota menuju Jembatan Suroboyo di kawasan Kenjeran. Suroboyo Bus diproyeksikan menjadi trunk atau angkutan pendukung angkutan massal cepat (AMC) trem dan light rail transit (LRT).

Saat memasuki Suroboyo Bus memang terasa sangat nyaman. Penumpang yang hendak masuk ke bus tinggal melangkah karena ketinggian pintu masuk bus selevel dengan pedestrian.

Selain nyaman, bus sangat ramah bagi penyandang disabilitas. Ada tombol khusus dekat pintu masuk yang jika dipencet, asisten pengemudi bus akan membantu penyandang disabilitas masuk ke bus. Pada bagian bawah pintu masuk, terdapat tuas yang jika ditarik dapat dilewati oleh kursi roda.

Tak hanya itu, warna merah pada bagian luar bus sangat memanjakan mata. Dengan desain menarik ditambah logo digital campaign Bangga Surabaya, bus ini terlihat berbeda dibanding bus-bus lain.

  Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mencoba Suroboyo Bus yang akan beroperasi awal 2018.

Bangku penumpang dibuat dua warna. Di bagian depan, bangku berwarna merah muda yang dikhususkan bagi kaum hawa. Sementara bangku pada bagian belakang bus berwarna oranye untuk laki-laki. Pemisahan area tersebut untuk meminimalisasi tindak pelecehan seksual di dalam bus.

“Total kapasitas penumpang Suroboyo Bus adalah 67 orang. Rinciannya, 41 tempat duduk dan 26 area standing (berdiri). Tentunya, dilengkapi dengan handle untuk pegangan penumpang,” papar Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad.

Soal teknologinya, Suroboyo Bus terbilang canggih. Bus ini dilengkapi 12 CCTV, masing-masing sembilan CCTV di setiap sudut bagian dalam bus dan tiga kamera di bagian luar. Kamera-kamera ini untuk memberikan rasa aman bagi para penumpang. Pintu bus juga dilengkapi sensor, sehingga bila ada penumpang yang menghalangi, pintu tidak akan tertutup. Selama pintu belum tertutup, bus tidak dapat berjalan.

Untuk keadaan darurat, bus berukuran lebar 2,4 meter dan panjang 12 meter tersebut sudah dilengkapi dengan sistem panic button. Bila ada kondisi kebakaran atau kecelakaan, pengemudi bus dapat menekan tombol tersebut. Alarm akan berbunyi dan pintu bus akan terbuka otomatis.

Wali Kota Tri Rismaharini terlihat cukup puas dengan unit baru Suroboyo Bus. Namun, Risma juga memberikan masukan untuk penyempurnaan operasional bus. “Kamu kalau bikin halte, harus sepanjang bus ini agar penumpang yang masuk dari pintu depan dan belakang semuanya terakomodir,” kata Risma, sapaan Tri Rismaharini, kepada beberapa pejabat Dinas Perhubungan.

Pasalnya, bus ini telah terintegrasi dengan sistem pengaturan traffic light, yang otomatis akan berubah menjadi hijau jika bus ini melintas. Sementara terkait kepastian rute akan disosialisasikan lebih lanjut oleh Dinas Perhubungan.


Editor : Maria Christina