Asosiasi Pesantren Enterpreneur Nilai Permenperin Nomor 3 Tahun 2021 Rugikan UMKM di Jatim

Kastolani ยท Jumat, 19 Maret 2021 - 14:42:00 WIB
Asosiasi Pesantren Enterpreneur Nilai Permenperin Nomor 3 Tahun 2021 Rugikan UMKM di Jatim
Gula kristal yang disita Kementerian Perdagangan dari distributor nakal. (Foto: iNews/Saif Hajarani)

JAKARTA, iNews.id – Asosiasi Pesantren Enterpreneur Indonesia (APEI) meminta pemerintah membatalkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 3 Tahun 2021, tentang Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Gula. APEI menilai aturan yang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan gula nasional, banyak merugikan UMKM dan industri makanan minuman (mamin) di Jawa Timur.

Ketua Asosiasi Pesantren Entrepreneur Indonesia (APEI), KH Muhammad Zakki mengatakan, Permenperin Nomor 3/2021 ini menunjukkan sikap diskriminatif pemerintah terhadap industri pengguna gula, khususnya industri makanan minuman (mamin) dan industri menengah kecil dan mikro (UMKM) di Jawa Timur.

"Ada diskriminasi terhadap Jawa Timur. Ada yang perlu diluruskan. Membuat kebijakan itu harus pake nurani, jadi gak gaduh seperti ini," kata Zakki dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/3/2021).

Dia menambahkan, Permenperin No. 3/2021 terkesan dipaksakan. Aturan ini tidak sejalan dengan cita-cita Presiden yang mengatakan di mana-mana bahwa target utama pemerintah di tahun 2021 adalah menstimulus pemulihan ekonomi dengan cara mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Disamping itu juga memuluskan rembesan gula rafinasi ke pasar gula kristal putih.

"Aturan ini terkesan dipaksakan. Saya melihat ada sesuatu yang disembunyikan. Ada kartel yang menginginkan hanya orang-orang tertentu saja yang mendapatkan gula rafinasi,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut Zakki, industri menengah kecil dan mikro (UMKM) yang sangat bergantung pada ketersediaan pasokan gula yang berkualitas, juga terancam tidak dapat bersaing akibat dikeluarkannya Permenperin No. 3/2021 oleh pemerintah.

Alih-alih mendorong pertumbuhan positif, pemerintah malah mengeluarkan Permenperin No. 3/2021 yang memperparah kondisi industri mamin termasuk UMKM setelah terpukul pandemi Covid-19.

Dengan dikeluarkannya Permenperin No. 3/2021, pemerintah seolah menutup mata terhadap keberadaan industri di Jawa Timur, dengan hanya mengijinkan perusahaan gula kristal rafinasi yang memiliki izin usaha industri (IUI) dan persetujuan prinsip sebelum 25 Mei 2010 melakukan importasi gula mentah impor.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: