Antisipasi Corona, Polisi Tutup Makam Marsinah di Nganjuk dari Peziarah

Mukhtar Bagus ยท Sabtu, 02 Mei 2020 - 13:02 WIB
Antisipasi Corona, Polisi Tutup Makam Marsinah di Nganjuk  dari Peziarah
Patung Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. (foto: Muhktra Bagus)

NGANJUK, iNews.id – Polisi menutup makam Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk dari peziarah, Jumat (1/5/2020). Selain menempatkan spanduk larangan berziarah, polisi juga memasang portal di pintu masuk desa, tempat makam Marsinah.

Tak hanya di jalur utama, akses alternatif menuju makam di dekat persawahan juga ditutup menggunakan ranting pohon. Sementara di area makam, sejumlah polisi dan warga juga berjaga-jaga.

“Mengingat situasi (Covid-19), kegiatan ziarah sementara kita tutup. Kami tidak ingin ada kerumunan, sehingga menimbulkan potensi penularan corona,” kata Kapolsek Sukomoro AKP Jumari, Jumat (1/5/2020).

Jumari mengatakan, makam Marsinah, selalu ramai dikunjungi peziarah, terutama saat Hari Buruh, 5 Mei. Jumlah peziarah yang datang bisa ribuan. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Semua datang untuk berdoa dan memberi penghormatan,” katanya.

Jumari mengatakan, larangan kegiatan ziarah sudah dibicarakan bersama Serikat Pekerja Seluruh Indosia (SPSI) dan perangkat desa setempat. Hasilnya, semua sepakat, demi mencegah penyebaran virus corona.

“Harapan kami, komitmen ini diikuti. Jangan ada kegiatan ziarah dulu di makam Marsinah,” ujarnya.

Diketahui, selama ini Marsinah dikenal sebagai pejuang kaum buruh. Tahun 1993 silam, Marsinah ditemukan tewas di hutan Dusun Jegong, Desa Wilangan, Kabupaten Nganjuk. Ada tanda bekas tanda penyiksaan berat di tubuhnya.


Editor : Ihya Ulumuddin