Anak yang Diracun oleh Ibu Kandungnya di Wonogiri Masih Kritis

Ahmad Subekhi ยท Minggu, 15 Desember 2019 - 11:16 WIB
Anak yang Diracun oleh Ibu Kandungnya di Wonogiri Masih Kritis
Tim medis RSU Muhammadiyah Ponorogo merawat intensif ZIM, anak yang diracun ibunya. (Foto: iNews/Ahmad Subkhi)

PONOROGO, iNews.id – Kondisi ZIM (10), anak yang menjadi korban racun oleh ibu kandungnya masih mendapat perawatan intensif hingga hari ini, Minggu (15/12/2019). Korban masih dinyatakan dalam kondisi kritis oleh dokter dan dirawat di ruang intensif care unit (ICU) RSUD Harjono Ponorogo.

Saat ditemui di lokasi, kondisi korban masih tak sadarkan diri dan terbaring lemah. Selang infus dan bantuan oksigen masih menempel di badannya. Sejumlah kerabat dan tetangga terus menemani ZIM di rumah sakit tersebut.

Mistun, tetangga yang menemani korban mengaku masih kaget atas kejadian tersebut. Karena menurutnya keluarga korban dan pelaku dalam kondisi berkecukupan.

BACA JUGA: Ibu di Wonogiri Racuni 2 Anak lalu Bunuh Diri, 1 Tewas dan 1 Kritis

Sebelumnya diketahu warga Desa Bakalan, Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah bernama Winarsih diduga memberi racun yang dicampur ke dalam susu kepada dua anaknya. Winarsih kemudian bunuh diri dengan menenggak racun yang sama dengan yang diberikan ke anaknya. Winarsih dan anak perempuannya tewas, sementara ZIM dalam keadaan kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

“Ya tidak menyangka saja, karena keluarga tercukupi,” ujar Mistun saat ditemui di RSUD Harjono, Ponorogo, Jawa Timur.

Sementara itu tetangga lain, Sri Wahyuni mengatakan kejadian itu menggegerkan warga sekitar. Karena menurutnya pelaku sering bergaul dengan tetangga dan terlihat baik-baik saja selama ini.

“Dulu sering bergaul, tapi tiga bulan terakhir jarang keluar rumah. Beberapa waktu ini memang aneh. Saya kaget, waktu baru mau buka toko kondisinya sudah begitu,” ucapnya.

BACA JUGA: Ibu Racuni 2 Anak lalu Bunuh Diri di Wonogiri Diduga karena Depresi Diterlantarkan Suami

Sebelumnya, adik pelaku mengatakan kondisi rumah tangga keluarga mereka dalam kondisi tak baik lantaran sang suami menelantarkan Winarsih dan anak-anaknya. Keluarga menyebut suami pelaku menikah lagi dan meninggalkan keluarganya tersebut.

“Itu masalah keluarga, (kakak saya) ditinggal nikah suaminya. Sudah lama ditelantarkan suaminya. Saya yang kemudian membiayai anaknya,” kata adik korban.

Winarsih dan anak keduanya KD (8) dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSU Ponorogo. Keduanya kini sudah dimakamkan di Wonogiri, Jawa Tengah.


Editor : Rizal Bomantama