Anak Gagal Masuk Zonasi, Wali Murid di Malang Laporkan Sekolah ke Ombudsman

Deni Irwansyah ยท Rabu, 10 Juni 2020 - 15:20 WIB
Anak Gagal Masuk Zonasi, Wali Murid di Malang Laporkan Sekolah ke Ombudsman
SDN Mersoari 5 Kota Malang. (Foto: iNews/Deni Irwansyah)

MALANG, iNews.id – Seorang orang tua calon wali murid SDN Merjosari 5, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), Abdul Aziz menggugat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dan sekolah ke Ombudsman RI. Upaya hukum ini dilakukan karena ada kejanggalan dalam sistem penerimaan siswa jalur zonasi.

Ditemui di rumahnya, Perum Joyo Land, Abdul Aziz mengaku kaget saat pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Malang, Selasa (9/6/2020). Sebab, nama anaknya tidak tertera dalam daftar siswa yang diterima.

Padahal, sesuai aturan zonasi, anaknya masuk dalam kategori 1. Ini karena lokasi rumahnya berdempetan dengan sekolah. Abdul Aziz sempat menanyakan hal itu kepada pihak sekolah. Namun, pihak sekolah melimpahkan persoalan tersebut kepada Dikbud setempat.

“Selasa kemarin saya juga sudah menanyakan persoalan ini ke Dikbud Kota Malang, tetapi tidak ada jawaban. Karena itu, hari ini kami secara resmi melaporkan ke Ombudsman RI,” kata Abdul Aziz, Rabu (10/6/2020).

Atas polemik ini, Sekretaris Dikbud Kota Malang, Totok Kasianto, mendatangi rumah Abdul Aziz di Perum Joyo Land, Rabu (10/6/2020) siang. Selain untuk bersilaturahmi, panitia PPDB Kota Malang ini juga meluruskan persoalan tersebut.

Totok mengatakan, aturan penerimaan siswa baru jalur zonasi sebenarnya sudah disampaikan kepada seluruh sekolah. Namun informasi tersebut belum sampai kepada kepala sekolah, sehingga terjadi siswa tidak diterima, meskipun rumahnya bersebelahan dengan sekolah.

“Untuk jalur zonasi, selain usia, jarak antara rumah siswa dengan sekolah juga menjadi prioritas siswa diterima. Seperti pak Aziz ini, mestinya diterima. Sebab jaraknya cukup dekat. Tetapi, rupanya ini ada kesalahpahaman dari sekolah,” katanya.


Editor : Ihya Ulumuddin