Anak Ditangkap Curi Motor, Ayah di Sampang Ngamuk Datangi TKP Bawa Senjata Tajam

Tikno Arie ยท Sabtu, 13 Juni 2020 - 14:28 WIB
Anak Ditangkap Curi Motor, Ayah di Sampang Ngamuk Datangi TKP Bawa Senjata Tajam
Ayah dari pelaku pencurian motor di Sampang, Madura yang diamankan polisi karena datang ke TKP mengamuk bawa senjata tajam. (Foto: iNews/Tikno Arie)

SAMPANG, iNews.id - Seorang remaja pelaku pencurian motor di gudang penyimpanan garam di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur ditangkap warga. Mendengar anaknya dikepung massa, sang ayah mendatangi lokasi dengan mengamuk sambil membawa senjata tajam (sajam) jenis parang.

Polisi yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) mengamankan anak dan ayah tersebut. Keduanya dibawa ke Mapolres Sampang untuk menjalani pemeriksaan.

Informasi diperoleh iNews, pelaku Fahrur Rosi tak berkutik setelah tertangkap warga karena hendak mencuri motor di gudang penyimpanan garam di daerah Pengarengan. Pelaku yang diketahui warga asal Desa Pacanggaan sampang ini sempat dipukuli warga karena tak mengakui perbuatannya.

Mendengar Rosi dipukul warga, ayahnya bernama Mistuki tak terima. Dengan wajah emosi dan membawa sajam dia mendatangi TKP. Polisi langsung menghadang dan menenangkannya, namun Mistuki terus berupaya melawan. Petugas pun dengan tegas ikut membawa ayah pelaku ke kantor polisi.

Kepada petugas, Rosi mengaku diajak temannya mencuri motor pekerja yang sedang parkir di depan gudang penyimpanan garam. Saat itu kondisi sepi, dia membobol motor dengan kunci T. Namun aksinya tertangkap basah warga, temannya sempat kabur dan dia tertangkap.

"Iya saya bobol kontak motor dengan kunci T. Saya hanya diajak teman. Saya tidak tahu mau menjual (motor) ke mana karena saya cuma diajak," ujarnya.

Sementara itu pengakuan Mistuki, awalnya dia sedang memancing di lahan tambak. Ketika itu mendengar anaknya diamuk massa. Dia pun emosi kemudian datang ke TKP membawa sajam.

"Saya lagi buat wadah air dan ditelepon kalau anak saya dipukul orang. Tanpa pikir panjang saya kemudian ke lokasi gudang penyimpanan garam," ujarnya.

Dari kedua pelaku, polisi mengamankan senjata tajam jenis parang dan motor Honda Beat. Atas perbuatanya, Fahrul Rosi dijerat Pasal 363 ayat 1 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara. Sementara ayahnya, Mistuki disangkakan dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Membawa Sajam Tanpi Izin dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw