Amankan Laga Persebaya Vs Arema, Polda Jatim Siagakan 3.500 Personel 

Ihya' Ulumuddin · Senin, 08 April 2019 - 16:17 WIB
Amankan Laga Persebaya Vs Arema, Polda Jatim Siagakan 3.500 Personel 
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengecek pasukan pengamanan Pemilu 2019. (Foto: Dok.iNews.id)

SURABAYA, iNews.id – Polda Jawa Timur menyiagakan 3.500 personel pada laga final Piala Presiden Persebaya vs Arema Malang, Selasa (9/4/2019). Jumlah pengamanan ini berlipat dari pengamanan biasanya yang hanya 1.200 personel.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, pengamanan sengaja diperketat untuk mengantisipasi gangguan jelang pemilihan umum (Pemilu). Apalagi, kedua klub juga memiliki rivalitas tinggi.

“Semua pengamanan sudah diatur. Kami sudah mengantisipasi sejumlah titik-titik yang menjadi titik fokus pengamanan. Kami juga sudah menggelar razia terhadap suporter yang tidak memiliki tiket,” katanya, Senin (8/4/2019).

Untuk menghindari kerusuhan antarsuporter, Luki juga melarang suporter tim tamu untuk datang. Saat laga di Surabaya besok misalnya, suporter Arema FC dilarang datang. Aturan sama juga berlaku saat Persebaya bertandang ke Arema FC. “Itu (larangan suporter tamu datang) sudah kesepakatan,” katanya.

BACA JUGA: Singkirkan Madura United, Persebaya Tantang Arema di Final

Luki mengatakan, untuk mematangkan konsep pengamanan tersebut, sore ini polda akan menggelar pertemuan dengan suporter Persebaya. Tujuannya untuk memastikan agar situasi jalannya pertandingan bisa berjalan aman dan lancar. Tak hanya dengan Bonek, jenderal bintang dua itu juga akan menggelar pertemuan dengan suporter Arema FC atau Aremania.

Luki berharap agar pertandingan final Piala Presiden ini bisa menjadi sarana hiburan ditengah menghangatnya situasi politik saat ini. Apalagi, kedua klub ini merupakan klub memiliki banyak suporter di Jatim. Tentu, masyarakat berharap agar pertandingan bisa berjalan dengan kondusif.

“Semoga pertandingan ini bisa menjadi hiburan warga Jatim. Kami bersama panitia berharap agar ini bisa menjadi hiburan yang menarik,” ucapnya.

Diketahui, dua tim rakasasa Jawa Timur ini punya sejarah rivalitas panjang. Tak jarang, pertandingan kedua kesebelasan ini diwaranai kerusuhan antarsuporter. Perseteruan inilah yang coba diredam, sehingga tidak terjadi pada laga final besok.

 


Editor : Kastolani Marzuki