Akhiri Konflik, PSHT dan Pagar Nusa Jatim Sepakat Jaga Silaturahim

Ihya Ulumuddin · Rabu, 30 Oktober 2019 - 01:00 WIB
Akhiri Konflik, PSHT dan Pagar Nusa Jatim Sepakat Jaga Silaturahim
Tokoh PSHT dan Pagar Nusa sepakat mengakhiri konflik seusai pertemuan di Mapolda Jatim. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Perseteruan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pagar Nusa di Jawa Timur berakhir damai. Kedua kelompok perguruan silat ini bertemu di Polda Jatim untuk mengakhiri konflik dan merajut persaudaraan, Selasa (29/10/2019).

Puluhan tokoh PSHT dan Pagar Nusa Wilayah Jatim ini juga bersepakat untuk bersama-sama menjaga silaturrahim agar tetap kondusif, aman dan damai.

Mereka antara lain Ketua Umum PSHT Pusat Madiun R Moerdjoko dan Ketum IPSNU Pagar Nusa Jatim Abdul Muchid. 

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Djamaludin mengatakan, konflik antara PSHT dan Pagar Nusa terjadi akibat kesalahpahaman. Karena itu pihaknya bersyukur kedua belah pihak bisa menjernihkan persoalan dan kembali bersatu. 

"Ini momen bagus sekali. Mari kita bertukar pikiran agar masalah ini tidak semakin membesar dan menimbulkan korban lagi," katanya, Selasa (29/10/2019). 

Dirintelkam Polda Jatim Kombes Pol Teddy Setiady mengaku prihatin dengan konflik antarkelompok tersebut. Karana itu dia meminta semua diakhiri.

"Kita ketahui bersama mulai dari perbatasan Jawa Tengah masih sering terjadi kesalahpahaman antar perguruan pencak silat. Saya berharap kejadian yang menimbulkan korban jiwa tersebut bisa dihindari," katanya. 

Pergerakan massa, kata Teddy, menjadi permasalahan yang sulit dihadapi. Setiap ada kegiatan pencak silat pasti ada pergerakan massa yang banyak.

"Langkah pertama untuk menghentikan kesalahpahamam tersebut yaitu dengan pengawasan internal. Kalau dilimpahkan kepada pengamaman dari Polri maupun dari pengamanan internal perguruan pencak sendiri itu tidak akan berhasil. Harus dengan pendekatan secara intensif," ujarnya. 

Ketua Umum PSHT Pusat Madiun (Parluh 2017) Moerdjoko pun mengucapkan terima kasih kepada Polri yang telah menjadi mediator atas konflik tersebut. Dia berharap, mediasi ini bisa mencairkan suasana. 

"Di PSHT, apabila ada masalah akan dicari solusi penyelesaiannya, sehingga tidak menimbulkan konflik yang lebih besar lagi. Karena itu,  kami memohon kepada Polri agar masalah ini segera mendapat kejelasan, karena ada pihak  lain yang ingin membenturkan kami dengan perguruan lain," katanya.

"Kami juga berharap dari pihak Pagar Nusa memaklumi keadaan kami yang sekarang ini, kami sedang mengalami dualisme kepengurusan sehingga warga PSHT terbagi menjadi dua. Kami sering diadu dengan cara-cara yang tidak sportif, tidak gentleman dengan perguruan lain sehingga saya berharap ini bisa dicari solusinya," ujarnya. 

Karena itu, dia meminta kepada anggota di daerah tidak mudah terhasut oleh oknum yang ingin memecah belah. "Mari kita ciptakan kondisi kamtibmas dari wilayah kita masing masing agar tidak terjadi kericuhan dan gangguan ketertiban," katanya.

Ketum IPSNU Pagar Nusa Jatim, Abdul Muchid juga menyayangkan kejadian tersebut. Seharusnya, kata dia, kedua kelompok bersama-sama menjaga keamanan wilayah Surabaya, khususnya di Jatim. 

"Ketika saya tanyakan warga Pagar Nusa Surabaya, mereka tidak tahu siapa yang merampas bendera PSHT. Saya yakini bahwa ada oknum. Kalau terus terusan begini, kita akan diadu domba agar terpecah belah," katanya.

Dia menyakini, kalau Pagar Nusa sudah diberihi arahan kiai. "Saya yakin bahwa Pagar Nusa tidak pernah melanggar arahan kiai," kata Muchid.

Diketahui, Senin (28/10/2019) lalu, dua kelompok perguruan silat (PSHT dan Pagar Nusa) terlibat bentrok di Jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya. Belum diketahui pemicu terjadinya konflik tersebut. Namun, ketegangan ini sempat membuat masyarakat panik.


Editor : Kastolani Marzuki