7.167 Pekerja di Jatim Dirumahkan selama Penerapan PPKM

Lukman Hakim · Jumat, 13 Agustus 2021 - 17:30:00 WIB
7.167 Pekerja di Jatim Dirumahkan selama Penerapan PPKM
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jatim Himawan Estu Bagijo. (Foto: Sindonews/Lukman Hakim).

SURABAYA, iNews.id - Sebanyak 7.167 pekerja di Jawa Timur (Jatim) dirumahkan selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal ini terjadi karena tempat mereka bekerja minim pemasukan atau bahkan tutup, sehingga tak mampu menanggung beban operasional.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Jatim, Himawan Estu Bagijo mengatakan, pekerja yang terpaksa dirumahkan jumlahnya mencapai ribuan dari total 29 perusahaan kritikal dan esensial, serta nonesensial sebanyak 80 perusahaan. 
Dari perusahaan yang merumahkan tersebut tercatat ada 7.167 orang pekerja yang dirumahkan. 

"Coba lihat toko-toko elektronik atau toko perlengkapan rumah semua merumahkan pekerjanya. Pekerja yang dirumahkan ini tidak digaji," ujarnya, Jumat (13/8/2021).

Dia menambahkan, selama PPKM Darurat, di Jatim ada lima sektor usaha yang terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) seperti industri alas kaki, industri perhotelan, pariwisata, tempat hiburan dan tempat makan. Jumlah total yang ter-PHK sebanyak 107 orang. 

"Selain merumahkan karyawan hingga PHK, terdapat juga usaha yang memilih bertahan dengan mengurangi upah pekerja," katanya. 

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: