6 Dokter di Sampang Positif Covid-19, 1 Meninggal Dunia

Antara ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 19:47 WIB
6 Dokter di Sampang Positif Covid-19, 1 Meninggal Dunia
Ilustrasi pasien Covid-19. (Foto: Istimewa)

SAMPANG, iNews.id - Enam dokter di Sampang, Jawa Timur (Jatim) positif Covid-19. Mereka bertugas di sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Sampang.

"Mereka dinyatakan positif Covod-19 berdasarkan hasil uji laboratorium dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, Agus Mulyadi, Jumat (3/7/2020).

Satu dari enam dokter tersebut telah meninggal dunia. Jenazah dikebumikan berdasarkan protokol Covid-19.

"Dengan demikian, tinggal 5 orang dokter yang kini masih menjalani perawatan di RSUD Dr Muhammad Zyn Sampang," katanya.

Keenam dokter yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 itu masing-masing berinisial B, E, F, I, dan F. Sedangkan dokter yang meninggal dunia berinisial D.

"Mereka yang terpapar Covid-19 ini merupakan dokter umum sebanyak lima orang dan seorang dokter spesialis anak," katanya.

Agus belum bisa memastikan lebih jelas dari mana keenam dokter itu terpapar virus corona. Diduga, mereka menangani pasien yang tidak jujur menjelaskan riwayat kontak saat berobat.

"Belum bisa dipastikan, kemungkinan transmisi lokal. Bisa juga ada pasien yang terpapar Covid-19, dan yang bersangkutan tidak terbuka menjelaskan kepada dokter saat berobat," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Sampang, hingga 3 Juli 2020 ini, total jumlah warga Sampang yang terpapar virus corona sebanyak 111 orang. Sebanyak 31 orang telah dinyatakan sembuh, 70 orang dalam perawatan dan 10 orang meninggal dunia.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 27 orang. Rinciannya, sebanyak 19 orang dalam pemantauan (ODP), enam orang sudah selesai pengawasan dan dua orang meninggal dunia.

Kabupaten Sampang terdata menempati urutan ketiga dalam kasus Covid-19 di Pulau Madura. Kabupaten dengan jumlah penderita Covid-19 positif terbanyak ialah Bangkalan, yakni 236 orang, disusul Pamekasan sebanyak 121 orang. Sementara yang paling sedikit Kabupaten Sumenep, yakni 94 orang.


Editor : Umaya Khusniah