527 Embung dan 17.547 Hektare Sawah di Bojonegoro Terdampak Kekeringan

Dedi Mahdi ยท Selasa, 09 Oktober 2018 - 13:39 WIB
527 Embung dan 17.547 Hektare Sawah di Bojonegoro Terdampak Kekeringan
Lahan persawahan yang kering kerontang selama musim kemarau panjang di Bojonegoro. (Foto: iNews/Dedi Mahdi)

BOJONEGORO, iNews.id – Musim kemarau panjang membuat 527 embung atau tempat menampung cadangan air di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), mengering. Tak hanya itu, kekeringan juga menyebabkan 17.547 hektare lahan tak bisa ditanam.

Pantauan iNews, sejumlah embung tampak mengering terdampak kemarau panjang. Salah satunya di Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Embung yang disiapkan sebagai tempat menyimpan cadangan air saat musim penghujan kini kondisinya kering kerontang.

Menurut warga, keringnya embung sudah berlangsung sejak empat bulan terahir. Kondisi cuaca panas yang cukup ekstrem bahkan membuat danah di dasarnya retak-retak. Padahal embung ini merupakan salah satu tumpuan air irigasi para petani saat kemarau.

Kepala bidang air baku dan irigasi Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air Pemkab Bojonegoro Sahid mengatakan, kondisi yang terdata saat ini ada 527 embung yang tersebar di wilayah Bojonegoro mengering.

Kondisi tersebut membuat lahan persawahan yang ada di sekitar embung tidak bisa ditanami. Data Dinas Pertanian setempat mencatat, sedikitnya ada 17.547 hektare lahan yang dibiarkan terbengkalai. Sejumlah petani memaksakan diri untuk menanam namun mereka harus gigit jari.

"Tanaman kami rusak dan mengalami gagal panen. Kami coba tanam lagi namun lahan persawahan mengering tak bisa ditanami,” kata Pardi, salah seorang petani setempat.

Sementara itu, prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau masih akan berlangsung hingga November mendatang.


Editor : Donald Karouw