4 Pengedar Sabu-Sabu Lintas Daerah Ditangkap, Salah Satunya Mantan Polisi

Hana Purwadi ยท Selasa, 29 Oktober 2019 - 16:55 WIB
4 Pengedar Sabu-Sabu Lintas Daerah Ditangkap, Salah Satunya Mantan Polisi
Empat pengedar sabu-sabu antar kota ditangkap di Probolinggo, Jatim. (Foto: iNews.id/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id – Satnarkoba Polres Probolinggo, Jawa Timur berhasil menangkap empat pengedar sabu-sabu lintas daerah. Salah satu pelaku merupakan anggota polisi yang sudah dipecat dari kesatuannya, diduga karena kasus narkoba.

Penangkapan ke empat pelaku ini bermula dari ditangkapnya HS, warga Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang dan AB, warga Bondowoso. Mereka ditangkap polisi berpakaian preman saat melintas di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis(17/10/2019).

Mereka lantas dibawa ke Mapolres Probolinggo berikut satu unit mobil merah yang mereka kendarai sebelumnya dengan nopol P 1874 EH.

Dari pengembangan penangkapan keduanya, polisi lantas berhasil menangkap dua pelaku lainnya, salah satunya seorang wanita berinisial HH. Selain itu, polisi juga menyita 15 gram sabu-sabu yang rencananya akan dikirim ke Kota Probolinggo.

BACA JUGA: Lanjutkan Bisnis Pacar, Perempuan Pengedar Sabu di Jombang Ditangkap

Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan pelaku merupakan aggota jaringan pengedar narkoba antar kota.

“Namun ini masih kita kembangkan lagi,” katanya.

Dari hasil penyelidikan polisi, ke empat pelaku ini memiliki tugas masing-masing. Mulai dari pemberi dana, pencari barang hingga pengirim sabu-sabu ke luar daerah.

Bahkan kata Eddwi, pelaku HH merupakan istri dari pengedar narkoba yang sudah ditangkap di Polres Malang.

Selain itu, polisi masih mencari tahu tentang HS yang dikabarkan merupakan mantan polisi yang dipecat. Polisi masih mencari tahu asal kesatuan HS berikut alasan pemecatannya.

Akibat perbuatanya, para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 15 tahun penjara hingga seumur hidup.


Editor : Umaya Khusniah