4 Fakta Istri di Madiun Bongkar Rumah Mewah karena Suami Diduga Selingkuh

Arif Wahyu Efendi ยท Selasa, 25 Agustus 2020 - 19:00 WIB
4 Fakta Istri di Madiun Bongkar Rumah Mewah karena Suami Diduga Selingkuh
Sejumlah pekerja merobohkan rumah mewah di Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Madiun, Jatim, Senin (25/8/2020). (Foto: iNews/Arif Wahyu Efendi)

MADIUN, iNews.id – Pembongkaran rumah mewah milik pasangan suami istri, Nanang dan Titik di Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Madiun viral di media sosial, Selasa (25/8/2020).

Pembongkaran rumah itu dilakukan lantaran sang istri kesal suaminya yang bekerja di luar negeri diduga selingkuh dengan perempuan lain di tempat kerjanya.

Pihak keluarga dan pemerintah desa sebelumnya sudah mencoba memediasi pasutri tersebut untuk menyelesaikan masalahnya dengan baik-baik. Namun, upaya mediasi gagal hingga akhirnya pasutri itu sepakat membongkar rumah mewah yang mereka bangun.

Berikut 4 fakta istri bongkar rumah.

1. Material Rumah dan Anak Dibawa Istri

Perseteruan Nanang dan Titik mencapai puncaknya Senin (24/8/2020) dengan pembongkaran rumah. Rumah yang di bangun di atas tanah keluarga Nanang dirobohkan.

Beberapa material yang berasal dari keluarga Titik seperti kayu dan genting serta bahan bangunan lainya dibawa pulang ke rumah orang tua Titik di Dolopo, Madiun.

Begitu juga anak semata wayang mereka yang duduk di bangku SMP kelas II, dibawa ke rumah keluarga Titik

2. Viral di Media Sosial

Video pembongkaran rumah yang ditinggali Titik bersama sang anak karena suami yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diduga berselingkuh dengan perempuan lain viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Facebook Umi Khadijah.

3. Suami Diduga Selingkuh

Dalam unggahannya, Umi Khadijah menyebut pembongkaran dilakukan karena sang suami yang bekerja sebagai TKI di luar negeri diduga memiliki selingkuhan di tempatnya bekerja.

4. Mediasi Gagal

Ketua RT 11 RW 01 Desa Pucanganom, Ngamali mengatakan, pembongkaran telah dilakukan melalui kesepakatan bersama pasutri yang berseteru, Nanang dan Titik. Namun, Ngamali tidak menyebut detail permasalahan yang menyebabkan pembongkaran rumah tersebut.

Dia hanya menyebut adanya masalah keluarga di antara mereka.

 “Ada masalah rumah tangga yang tidak bisa diselesaikan antara kedua belah pihak. Status mereka belum bercerai, masih suami istri. Mereka sudah sepakat rumah itu dirobohkan,” kata Ngamali, Selasa (25/8/2020).

Hal yang sama juga di sampaikan Kepala Desa Pucang Anom, Hari Prawoto. Menurutnya, pihak desa sudah beberapa kali melakukan mediasi pasangan suami istri tersebut, namun akhirnya gagal.

“Kami sudah beberapa kali mencoba memediasi pasangan suami istri itu, tapi gagal,” ujar Hari Prawoto.


Editor : Kastolani Marzuki