4 Bulan Dilarang Manggung, Ratusan Pekerja Seni, Perias, hingga MC Demo Bupati Jombang

Mukhtar Bagus ยท Senin, 20 Juli 2020 - 11:06 WIB
4 Bulan Dilarang Manggung, Ratusan Pekerja Seni, Perias, hingga MC Demo Bupati Jombang
Massa pekerja acara hajatan berdemonstrasi ke kantor Bupati Jombang, Jawa Timur, Senin (20/7/2020). (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

JOMBANG, iNews.id – Ratusan pekerja seni acara hajatan berunjuk rasa di pendopo Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin pagi (20/7/2020). Mereka mendesak bupati segera membuka kembali izin untuk penyelenggaraan acara hajatan agar mereka dapat bekerja kembali.

Massa yang demo mulai dari penyanyi, pemusik, tukang sound system, master of ceremony (MC), perias pengantin, hingga pekerja pemasangan tenda hajatan. Selama empat bulan, mereka tidak bisa bekerja karena terdampak pandemi Covid-19. Selama itu pula mereka tidak mendapat penghasilan.

Massa pekerja acara hajatan berdemonstrasi ke kantor Bupati Jombang, Jawa Timur, Senin (20/7/2020). (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)
Massa pekerja acara hajatan berdemonstrasi ke kantor Bupati Jombang, Jawa Timur, Senin (20/7/2020). (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

Para pekerja acara hajatan ini mengaku kebingungan karena tak pernah ada bantuan sosial dari pemerintah saat mereka tidak bisa bekerja. Untuk bertahan hidup, mereka harus menguras tabungan hingga menjual barang-barang berharga yang dimiliki.

“Kami misalnya dari paguyuban sound system sangat terdampak dengan larangan ini. Padahal, kami harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sekolah juga butuh biaya. Semua kami jual demi kebutuhan hidup,” kata koordinator aksi, Muntasir.

Muntasir mengatakan, para pekerja acara hajatan ini mengaku tidak tahan lagi jika kondisi ini masih terus berlanjut. Mereka tidak bisa lagi bertahan memenuhi kebutuhan hidup jika terus menganggur. Massa mendesak bupati Jombang segera membuka kembali izin bagi warga yang akan menyelenggarakan hajatan seperti pernikahan, agar mereka dapat bekerja kembali.

“Kami berharap dengan adanya demo ini, kami bisa mengetuk hati bupati untuk memberikan izin membuka kegiatan hajatan di Jombang,” ujar Muntasir.


Editor : Maria Christina