30.000 Petak Tanah di Sampang akan Bersertifikat di Tahun 2020

Antara ยท Minggu, 01 Maret 2020 - 15:27 WIB
30.000 Petak Tanah di Sampang akan Bersertifikat di Tahun 2020
Penyerahan bantuan sertifikat tanah oleh Bupati Sampang Slamet Junaidi kepada warga. (Foto: Antara)

SAMPANG, iNews.id – Sebanyak 30.000 petak tanah milik warga di wilayah Sampang, Jawa Timur (Jatim) akan bersertifikat. Hal ini sesuai dengan program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) 2020 yang dicanangkan pemerintah pusat.

Hal ini disampaikan Kasubag Tata Usaha Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sampang, Moh Wahib. Khusus tahun 2020 ini, jumlah petak tanah yang akan bersertifikat sesuai dengan data yang diterima, telah diajukan ke BPN Sampang.

“Jumlah kuota itu lebih rendah dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 37.000 petak bidang tanah (PBT) dengan target 32.000 bidang,” katanya, Sabtu (29/2/2020).

Yang terbit Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) hanya 17.000. Sisanya proses PTSL hanya sampai pada pengukuran PBT.

"Dari kuota 30.000 PBT di tahun 2020, yang ditargetkan untuk menjadi SHAT sebanyak 25.000 bidang, memang tahun ini kuota di Sampang berkurang dari tahun sebelumnya," katanya.

Adapun kuota program itu untuk di lima desa yaitu Karang Gayam, Blu'uran (10.000 PBT), Pulau Mandangin, Sejati, dan Sogiyan. PTSL tahun ini sudah berlangsung sejak 2 Januari 2020. Sementara tahun lalu itu untuk 17 desa.

Wahib menuturkan, penyebab berkurangnya kuota karena banyak NIK dan KTP calon penerima yang tidak sinkron. Selain itu, calon penerima juga berada di luar negeri sehingga tanah yang diukur tidak sampai terbit sertifikat.

"Dan tidak bersedia membayar BPHTB, itu yang menjadi kendala sehingga PBT yang terbit SHAT rendah," katanya.

Wahib menambahkan, warga yang sudah masuk program PTSL tapi sertifikatnya tidak terbit karena kendala, maka ketika akan mengurus penerbitan sertifikat dikenakan biaya konversi. Biaya konversi ini jika luas bidang tanah lebih kurang 500 meter persegi itu sekitar Rp400 ribu.

"Kami berharap kepada seluruh warga yang tercatat dalam program PTSL untuk mengurusnya hingga terbit SHAT, karena sangat rugi kalau ada dokumen persyaratan yang tak bisa dipenuhi, karena jika mengurus sendiri dikenakan biaya," katanya.


Editor : Umaya Khusniah