3 Pekerja Proyek Tewas Tenggelam saat Mandi Jumatan di Bendungan Wates Madiun

Arif Wahyu Efendi ยท Jumat, 06 September 2019 - 20:29 WIB
3 Pekerja Proyek Tewas Tenggelam saat Mandi Jumatan di Bendungan Wates Madiun
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad tiga pekerja proyek yang tenggelam di Bendungan Wates, Madiun. (Foto: iNews.id/Arif Wahyudi Efendi)

MADIUN, iNews.id - Tiga pekerja proyek pembangunan jalan desa di Madiun, Jawa Timur tewas tenggelam saat mandi di Bendungan Wates, Desa Kebonagung, Kecamatan Mejayen, Madiun, Jumat (6/9/2019).

Ketiga korban masing-masing, Suwanto, Eko Rijianto, dan Didin Saifudin, ketiganya warga Desa Sriti, Kecamatan Sawo, Ponorogo, Jawa Timur.  Mereka diduga tidak bisa berenang saat mandi di bendungan dengan kedalaman lebih dari tiga meter itu.

Diperoleh informasi, peristiwa itu terjadi saat ketiga korban hendak mandi di bendungan untuk melaksanakan salat Jumat. Sebelum kejadian sejumlah warga telah mengingatkan para korban dan teman temannya untuk tidak mandi di tempat tersebut karena dalam dan angker. Namun, peringatan warga tidak dihiraukan korban.

Saksi mata, Bayu Eko Nurcahyo mengatakan, mulanya korban Suwanto menceburkan diri ke bendungan. Karena tak kunjung muncul ke permukaan, dua temannya yakni Eko dan Didin berniat menolong.

Namun nahas ketiganya sama-sama tenggelam karena tidak bisa berenang. Selain kondisinya yang licin dan memiliki kedalaman lebih dari tiga meter bendungan tersebut juga terkenal angker.

“Kejadiannya itu jam 11.30 WIB. Mereka mau mandi karena mau Jumatan. Yang pertama mandi itu Suwanto, tapi tidak muncul-muncul. Akhirnya Eko dan Didin turun mau nolong, tapi ikut tenggelam karena tidak bisa bereang. Terus saya lari ke sini minta tolong warga,” kata Bayu teman ketiga korban. 

Setelah dilakukan pencarian selama empat jam oleh tim SAR gabungan, jasad ketiga akhirnya berhasil ditemukan. Mereka kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSU) Caruban, Madiun untuk diautopsi.

Diketahui, Bendungan Wates selain dalam dan licin karena lumut, juga dikenal angker. Beberapa tahun lalu, lima pelajar juga tewas tenggelam di bendungan tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki