2 Polisi Disekap Santri di Sampang, Diduga karena Rekayasa Kasus Narkoba

Ihya Ulumuddin ยท Selasa, 25 Agustus 2020 - 15:13:00 WIB
2 Polisi Disekap Santri di Sampang, Diduga karena Rekayasa Kasus Narkoba
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudho Wisnu Andiko. (Foto: iNews/Rahmat Ilyasan)

SURABAYA, iNews.id – Anggota Polres Sampang disekap para santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang. Penyekapan ini terjadi atas dugaan rekayasa pengungkapan kasus narkoba oleh anggota polisi di kawasan pesantren tersebut.

Informasi yang dihimpun, kasus penyekapan ini bermula pada Senin (24/8/2020) petang. Saat itu aktivitas pesantren sedang ramai. Keluarga para santri berdatangan untuk mengirim makanan maupun uang.

Di antara keluarga santri tersebut ada satu yang dibuntuti anggota polisi. Tak lama berselang, keluarga tersebut memanggil seorang santri dan memintanya datang ke gardu pesantren, tempat pengiriman barang.

Begitu santri datang mengambil barang, anggota polisi yang telah membuntuti langsung menciduk keduanya. Kakak adik ini lalu diamankan dan dibawa ke Polsek Robatal karena kedapatan bertransaksi sabu-sabu.

Saat terjadi penangkapan itulah muncul provokasi bahwa polisi telah menjebak salah seorang santri dengan rekayasa transaksi sabu-sabu. Akibatnya, para santri marah dan menyekap anggota polisi ke dalam pesantren.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan insiden tersebut. Dia menyebut kasus itu terjadi karena kesalahpahaman. Dia juga menyebut kedua belah pihak sudah berdamai dan telah dimediasi bupati setempat. Sedangkan anggota polisi yang disekap juga sudah dilepaskan.

“Ada dua anggota kepolisian yang diamankan di pesantren. Namun saat ini sudah dilepas dan mereka sudah kembali bertugas di polsek. Sedangkan untuk santri dan kakaknya juga sudah dikembalikan ke pesantren,” katanya saat ditemui di Polda Jatim, Selasa (25/8/2020).

Atas kejadian tersebut, lanjut Truno, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang di lapangan.

“Sejauh ini kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu-isu. Fakta-faktanya seperti apa sudah dilakukan mediasi oleh Bupati selaku fasilitator selaku pimpinan kepala daerah,” katanya.

Terkait tindakan Polres Sampang atas insiden tersebut, Truno mengaku masih melakukan pendalaman secara internal.

“Dari proses mediasi itu, kami berharap bisa menjelaskan tentang persoalan yang terjadi. Mulai dari aspek pendidikan hingga adanya penyelidikan. Apapun yang terjadi, tindak pidana akan kami proses,” katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin

Bagikan Artikel: