2 Korban Perahu Terbalik di Sungai Brantas Jombang Ditemukan Tewas, 2 Masih Dicari

Ihya Ulumuddin, Mukhtar Bagus ยท Senin, 02 Maret 2020 - 14:15 WIB
2 Korban Perahu Terbalik di Sungai Brantas Jombang Ditemukan Tewas, 2 Masih Dicari
Tim SAR mengevakuasi dua dari empat korban perahu terbalik di Sungai Brantas, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), Senin (2/3/2020). (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

JOMBANG, iNews.id – Dua dari empat korban perahu terbalik di Sungai Brantas, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), ditemukan tewas, Senin (2/3/2020). Jenazah kedua korban mengapung sekitar 10 km dari lokasi kejadian.

Identitas kedua korban tersebut belum diketahui. Saat ini Tim SAR gabungan dibantu aparat Kepolisian tengah mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit untuk proses autopsi.

“Tadi ditemukan penumpang perahu penyeberangan. Mayatnya mengapung. Namun, belum diketahui identitasnya,” kata Suyono, perangkat Desa Munung, Kecamatan Jatikalen, Jombang, Senin (2/3/2020).

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya I Wayan Suyatna mengatakan, hingga siang ini, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap seluruh korban perahu terbalik. Sebanyak 30 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir aliran Sungai Brantas hingga sejauh 16 km dari titik kejadian.

“Kami mengerahkan dua SRU (Search and Rescue Unit) untuk mencari korban. Kami melakukan penyisiran dari lokasi kejadian tenggelamnya korban hingga sampai di daerah DAM (pintu air) Karet, atau sejauh 16 km dari lokasi,” kata I Wayan Suyatna.

Diketahui, perahu penyeberangan di Sungai Brantas, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo terbalik pada Sabtu (29/2/2020) malam. Enam penumpang menjadi korban dalam kecelakaan ini. Dua korban berhasil selamat. Sementara empat korban lain hilang terseret arus.

Identitas keempat orang korban antara lain, Anista Sugandis (18) asal Dusun Klaci; Surip (45) asal Dusun Klaci; Dadang, asal Desa Ngrombot, Kabupaten Nganjuk. Satu orang lagi belum diketahui identitasnya.


Editor : Maria Christina