2 Jambret Belia Ditembak Polisi di Surabaya karena Kabur saat Ditangkap

Sony Hermawan ยท Minggu, 19 April 2020 - 13:49 WIB
2 Jambret Belia Ditembak Polisi di Surabaya karena Kabur saat Ditangkap
Dua remaja yang ditangkap polisi karena menjambret handphone di Jalan Diponegoro, Surabaya. (Foto: iNews/Sony Hermawan)

SURABAYA, iNews.id – Dua jambret yang kerap beraksi di jalanan Surabaya, Jawa Timur (Jatim) menyerah usai ditembak polisi karena berusaha kabur saat ditangkap. Kedua pemuda ini memanfaatkan jalanan yang sepi untuk merampas tas dan handphone korban yang mengendarai sepeda motor sendiri.

Wandi Narawan (21) dan Vicky Putra (19) warga Jalan Muteran ini ditembak petugas dari Unit Jatanras Polrestabes Surabaya. Keduanya berusaha kabur saat akan ditangkap di Jalan Diponegoro, Selasa (13/4/2020).

Penangkapan pelaku bermula dari aksinya yang merampas tas berisi handphone dan uang tunai milik Aliyas Sulkan (20), warga Simo Sidomulyo, Surabaya. Saat itu, korban sendirian naik motor.

Saat berada di depan RS RKZ di Jalan Diponegoro, korban dipepet tersangka dan tasnya dirampas. Tersangka lalu kabur dan diteriaki maling oleh korban.

Berutung Anggota Unit Jatanras Polrestabes Surabaya yang tengah patroli melihat aksi tersangka dan langsung mengejaranya. Lantaran terus berusaha kabur, tersangka akhirnya ditembak di bagian kaki.

Setelah tersungkur, petugas membawa tersangka bersama barang bukti motor dan tas berisi handphone serta uang tunai jutaan rupiah ke kantor polisi.

Kepada petugas, kedua tersangka mengaku menjabret karena ingin memiliki handphone. Keduanya tak lagi bekerja karena dirumahkan oleh kantor. Mereka mengaku nantinya handphone tersebut akan dipakai sendiri.

“Ga punya handphone jadi ingin punya,” kata salah satu tersangka, Vicky Putra.

Sementara Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Heru Purwanto mengatakan, dari hasil pemeriksaan terungkap jika tersangka sudah dua kali beraksi. Mereka memanfaatkan suasan sepi di jalanan Kota Surabaya sejak diberlakukannya physical distancing.

“Situasi ini membuat para pelaku lebih mudah beraksi dan kabur dengan cepat karena jalan sepi,” katanya saat eskpos kasus, Kamis (16/4/2020).

Akibat perbuatannya, kedua tersangka harus menjalani proses hukum dan dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah