13 Nakes di RSU dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto Positid Covid-19, 4 Ruangan Ditutup

Sholahudin ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 12:18 WIB
13 Nakes di RSU dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto Positid Covid-19, 4 Ruangan Ditutup
Ilustrasi positif Covid-19. (Foto: Istimewa)

MOJOKERTO, iNews.id - Sebanyak 13 tenaga kesehatan (nakes) RSU Dokter Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto Jawa Timur (Jatim) terpapar Covid-19. Akibatnya, empat ruangan di RS tersebut di-lockdown dan tidak melayani pasien.

Dari 13 nakes yang positif tersebut, diisolasi di rumah sakit dan Rusunawa Cinde, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Mereka terdiri atas tiga dokter, dua tenaga ahli gizi, tujuh perawat dan satu cleaning service.

Sementara empat ruangan yang ditutup di antaranya ruang operasi, gizi, hemodialisa dan komite medik dokter. Penutupan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Direktur RS dokter Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr Sugeng Mulyadi
mengatakan, awalnya pihak rumah sakit melakukan tes rapid dan swab. Hasilnya sejumlah 13 orang terpapar Covid-19.

"Titik berat saat ini jangan sampai terjadi penyebaran," katanya.

Hingga per 28 Juli 2020, jumlah pasien positif Covid-19 berjumlah 227 orang. Sebanyak dan 175 di antaranya sembuh.

Sementara Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, Covid -19 di Kota Mojokerto patut menjadi perhatian. Per tanggal 28 Juli 2020, atau perideo kedua bulan Juli, Kota Mojokerto kembali ditetapkan sebagai zona merah dari sebelumnya zona oranye.

"Berarti, Kota Mojokerto masuk dalam risiko tinggi Covid-19," katanya.

Menurutnya, perubahan zona merah periode kedua bulan Juli disebabkan oleh beberapa faktor yang ditentukan oleh Gugus Tugas Covid -19 Nasional. Di antaranya jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 38 orang. Jumlah ini lebin rendah dari periode pertama yang berjumlah 59 kasus.

Faktor kedua yakni penurunan jumlah kasus pasien probale Covid-19 sebanyak 12 kasus. Jumlah ini menurun dibanding periode pertama sejumlah 22 kasus.

"Penurunan memang tidak lebih dari 50 persen," katanya.

Faktor ketiga yakni jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 sebanyak dua orang.


Editor : Umaya Khusniah