11 Tahun Menunggu, Pasutri di Malang Ini Ikhlas Batal ke Tanah Suci

Deni Irwansyah ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 15:01 WIB
11 Tahun Menunggu, Pasutri di Malang Ini Ikhlas Batal ke Tanah Suci
Saiful Amin dan Siti Maryam, pasangan suami istri warga Kota Malang yang gagal berangkat haji tahun ini.(Foto: iNews/Deni Irwansyah)

MALANG, iNews.id – Keputusan pemerintah meniadakan ibadah haji tahun 2020 diterima dengan lapang dada oleh pasangan suami istri Saiful Amin dan Siti Maryam. Warga Klojen Kota Malang ini menerima keputusan tersebut dengan ikhlas, kendati sudah cukup lama mereka menunggunya.

Saiful mengaku, pergi ke tanah suci menjadi mimpinya dengan istri sejak 2011. Belasan tahun dia menabung, hingga kabar bahagia itu datang, bahwa tahun 2020 keduanya akan berangkat ke tanah suci.

Sejak saat itu, pasangan suami istri ini semakin rajin belajar manasik haji. Bahkan, setiap pagi, keduanya berlatih jalan kaki. Tujuannya agar saat di tanah suci nanti, kondisi fisik prima. Bisa menjalankan semua rangkaian ibadah di sana.

Tak hanya itu, berbagai persiapan juga terus dilakukan, termasuk belanja oleh-oleh untuk dibagikan kepada para tetangga dan kerabat, saat pulang haji kelak. Namun, pandemi corona (Covid-19) rupanya memaksa pasangan ini untuk bersabar. Sebab, pemerintah ternyata memutuskan untuk meniadakan ibadah haji tahun ini.

“Kami sempat terkejut. Sebab, sudah cukup lama mempersiapkan diri. Tetapi, mau bagaimana lagi. Mau tidak mau kami harus ikhlas menerimanya. Mungkin ini (batal berangkat haji tahun ini) adalah jalan terbaik bagi kami,” katanya.

Saiful mengaku, gagal berangkat haji karena pandemi, membuat dirinya semakin belajar ikhlas. Dia juga yakin bahwa ada rahasia Allah untuk hambanya. “Diambil hikmahnya saja,” katanya.

Saiful mengatakan, dengan menunda keberangkatan, dia dan istrinya punya lebih banyak persiapan. Dia bisa belajar ilmu agama lebih intens, berlatih manasik haji lebih giat, serta mempersiapkan fisik dan kesehatan lebih baik untuk berangkat haji tahun selanjutnya.

“Biar tidak jenuh, saya dan istri menyibukkan diri dengan berkebun. Bercocok tanam kecil-kecilan di pekarangan rumah,” katanya.


Editor : Ihya Ulumuddin