10 Tahun Beraksi, Pasangan Suami Istri di Malang Sumbangkan Uang Hasil Penipuan ke Panti Asuhan

Avirista Midaada ยท Selasa, 17 Desember 2019 - 20:55 WIB
10 Tahun Beraksi, Pasangan Suami Istri di Malang Sumbangkan Uang Hasil Penipuan ke Panti Asuhan
Polisi mengungkap kasus penipuan dan penggelapan di Malang dengan modus investasi bodong. (Foto: Okezone).

MALANG, iNews.id - Polisi menangkap pasangan suami istri di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), karena telah melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus investasi bodong. Selama 10 tahun beraksi, kedua pelaku mendapatkan uang miliaran rupiah, namun uangnya disumbangkan ke panti asuhan.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, mereka yakni, Agus dan Aldila, yang beraksi bersama dua pelaku lainnya yang kini masih dalam pengejaran polisi. Komplotan tersebut kerap berbagi peran dalam mempengaruhi korbannya.

"Mereka mengajak korban menaiki mobil dan berkeliling kota bersama dua rekan yang masih buron. Kedua rekan yang masih buron ini berperan sebagai pegawai bank dan orang asing yang merupakan rekan lama pelaku," kata Leonardus di Mapolres Kota Malang, Selasa (17/12/2019).

Sedangkan, kedua pelaku bertugas mencari korban. Lalu, mereka membujuk korban dengan modus investasi bodong. Setelah korban percaya dan terpengaruh, mereke mengantarnya ke ATM untuk mengambil uang untuk ditukarkan dengan mata yang asing Lira Turki dan Real Brasil.

"Pelaku ini membujuk korban agar mau menukar uang rupiah dengan mata uang asing dan berinvestasi. Padahal uang asing yang ditukarkan ke korbannya kedaluarsa," ujar dia.

Menurut pengakuan pelaku, mata uang asing asal Turki dan Brasil ini dibeli dari seorang temannya di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat seharga Rp2 juta satu bendel. Hingga kini polisi baru mengungkap kerugian korban berkisar Rp680 juta dengan rincian, Rp11 juta, Rp500 juta dan Rp175 juta.

Menariknya hasil penipuan ini selain dibelanjakan untuk keperluan pribadi mereka masing-masing, pasangan suami istri ini juga menyumbangkan hasil curiannya ke masjid dan panti asuhan.

"Buat beli peralatan elektronik. Tapi saya kasihkan ke masjid, anak yatim, dan kaum miskin dhuafa, karena uang seperti ini tidak pernah berkah," kata seorang pelaku, Agus.

Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa perangkat elektronik hasil penipuan berupa televisi, keyboard, perangkat DJ, id card palsu berbagai bank, buku tabungan, dan mata uang asing yang telah kadaluarsa.

"Sudah melakukan ini lama, sekitar 10 tahunan-lah. (melakukan penipuannya). Di Jakarta, Kalimantan Timur juga," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal