PROBOLINGGO, iNews.id - Wisata Gunung Bromo disebut masih aman dikunjungi. Meski masih berbau belerang, pengunjung masih diperbolehkan datang untuk menikmati keindahan alam di sana.
Hasil pengamatan Pos Pantau Gunung Api Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, gunung masih mengeluarkan asap putih setinggi 700 meter ke arah barat. Sementara bau belerang juga masih tercium dalam kapasitas ringan.
Sedangkan, gempa tremor terjadi terus menerus, didominasi satu mm. Namun, tidak terjadi gempa tektonik maupun gempa vulkanik. Melihat kondisi ini, Gunung Bromo masih terbilang aman.
"Terpenting, pengunjung tidak masuk zona terlarang, yakni satu kilometer dari bibir kawah," kata Kepala Pos Pantau Gunung Api Bromo, Wahyu Adrian Kusuma, di kantornya Jumat (22/2/2019).
Dia memastikan, pihaknya akan terus melakukan pengamatan, sehingga segala perubahan akan diketahui. Semisal, potensi munculnya semburan abu vulkanik dan aktivitas kegempaan lainnya.
Sementara itu, pengunjung Wisata Gunung Bromo terpantau sepi. Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Probolinggo mengklaim masalah ini tak lepas dari abar tak jelas di media sosial bahwa Gunung Bromo tengah erupsi dan berbahaya.
"Sebenarnya ini adalah momen terbaik (menikmati keindahan Bromo). Tetapi, karena kabar tidak benar, pengunjung menjadi takut," kata ketua PHRI Kabupaten Probolinggo, Digjoyo Djamaluddin.
Camat Sukapura, Yulius Crhistian, menambahkan pengunjung Gunung Bromo terpantau sepi, karena saat ini bukan masa liburan. Meski begitu, pihaknya juga mengimbau, warganet tak menyebarluaskan berita yang diragukan kebenarannya.
"Bermedsos lah dengan bijak. Jangan menyampaikan informasi tidak benar. Informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sebab, masyarakat akan dirugikan," pungkasnya.
Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait