SURABAYA, iNews.id – Sebanyak 22 kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim) rawan terjadi bencana hidrometeorologi, utamanya banjir dan tanah longsor. Pasalnya, puluhan wilayah tersebut berada di wilayah sekitar sungai dan pegunungan.
“Kami mengimbau masyarakat Jatim untuk selalu waspada terhadap berbagai ancaman bencana itu. Sebab, sepanjang November hingga Maret intensitas hujan akan cukup tinggi,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Senin (26/10/2020).
Khofifah mengatakan, dari 22 daerah tersebut, daerah rawan banjir umumnya didominasi oleh luapan sungai di sekitarnya. Seperti Sungai Bengawan Solo, luapannya bisa membanjiri wilayah Bojonegoro, Magetan, Madiun, Lamongan, Gresik, Ngawi, dan Tuban.
Kemudian potensi banjir akibat luapan Sungai Berantas yakni Malang Raya, Kediri, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Probolinggo, Surabaya, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, dan Jember. Sedangkan di Pasuruan, banjir berpotensi diakibatkan oleh luapan Sungai Welang.
“Demikian juga di Madura, beberapa daerah biasa terdampak luapan Sungai Kemuning,” ujar mantan Menteri Sosial ini.
Untuk bencana longsor, kata Khofifah, wilayah yang harus diwaspadai yakni Jombang, Ponorogo, Kediri, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Malang, Batu, dan Pacitan. Sebab, di daerah tersebut terdapat pegunungan dan bukit yang berpotensi longsor saat musim hujan.
“Kami bersama beberapa pihak telah berkoordinasi memetakan kawasan rawan ini. Tetapi, masyarakat juga harus waspada, terutama yang tengah berlibur,” katanya.
Diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis pergerakan cukup aktif dari fenomena La Nina. Fenomena ini berpengaruh pada peningkatan curah hujan hingga 25 persen. Perubahan itu sangat memungkinkan timbulnya bencana hidrometeorologi.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait