Nenek penjual telur asin di Jember menjadi korban pembayaran menggunakan uang mainan saat berjualan di Jalan Sriwijaya. (Foto: iNews TV/Bambang Sugiarto)

JEMBER, iNews.id - Seorang nenek penjual telur asin dan rambak di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi korban penipuan. Perempuan berusia 80 tahun itu menerima uang mainan saat melayani pembeli di Jalan Sriwijaya.

Kejadian tersebut kemudian viral di media sosial setelah warga mengetahui uang yang diterima sang nenek ternyata bukan uang asli. Peristiwa itu mengundang keprihatinan pengguna jalan yang mengetahui kondisi korban.

Dalam video yang beredar, nenek tersebut terlihat sedih setelah mengetahui uang hasil dagangannya berupa uang mainan.

Dia diketahui setiap hari berjualan telur asin dan rambak di sekitar Jalan Sriwijaya.

Kejadian bermula saat seorang perempuan datang menggunakan motor untuk membeli beberapa telur asin dan rambak. Perempuan tersebut mengenakan sepatu dan kacamata saat bertransaksi dengan sang nenek.

Pembeli itu kemudian memberikan uang pecahan Rp50.000 dan Rp5.000. Namun, setelah diperiksa, uang yang diberikan ternyata merupakan uang mainan.

Warga mengetahui kejadian tersebut setelah melihat uang yang masih digenggam sang nenek. Ketika ditanya, nenek tersebut mengaku uang itu diberikan oleh pembeli dagangannya.

Kabar nenek penjual telur asin menjadi korban pembayaran dengan uang mainan itu kemudian menyebar di media sosial. Sejumlah pengguna jalan yang mengetahui kejadian tersebut bahkan berhenti untuk melihat kondisi sang nenek.

Mereka merasa prihatin karena perempuan lanjut usia tersebut masih harus berjualan setiap hari untuk mendapatkan penghasilan. Di tengah keterbatasannya, sang nenek tetap berusaha mencari nafkah dengan menjajakan telur asin dan rambak.

Melis, pedagang es kekinian yang berjualan tidak jauh dari lokasi, membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, sang nenek memang rutin berjualan di lokasi tersebut dan biasanya datang dengan berjalan kaki dari rumah.

"Mbahnya memang setiap hari jualan di situ. Beliau jualan dibayar pakai uang mainan, astagfirullahaladzim yah kok tega," ujarnya, Kamis (24/9/2026).

Melis mengatakan hasil dagangan sang nenek tidak seberapa. Namun, sang nenek tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kasihan kalau sepengetahuan saya dia jualan sendiri. Dia jualan telur, setiap hari lewat dengan berjalan kaki," katanya.

Warga berharap kejadian serupa tidak kembali menimpa pedagang lanjut usia, khususnya mereka yang berjualan seorang diri di pinggir jalan.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network