PROBOLINGGO, iNews.id – Korban meninggal dunia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bukit Mentigen, kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, bertambah menjadi empat orang. Hendra, salah satu korban yang mengalami luka bakar akhirnya meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Tongas.
Hendra sebelumnya mengalami luka bakar sekitar 50 hingga 60 persen akibat terjebak kobaran api saat berupaya memadamkan karhutla. Kabar meninggalnya Hendra membuat kerabat dan rekan-rekan tim pemadam menangis.
Sebelumnya, tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Mereka masing-masing Sukaris, pegawai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta Wisnu dan Sefril yang bekerja di hotel.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menewaskan empat orang tersebut. Tim penyidik telah mendatangi lokasi untuk mengumpulkan barang bukti.
"Tim sudah ke lokasi mengumpulkan barang bukti untuk mengetahui peristiwa yang terjadi di sana. Kasusnya masih diselidiki," ujarnya.
Asmida menjelaskan, jumlah korban meninggal bertambah setelah satu korban yang sebelumnya dirawat di rumah sakit dinyatakan meninggal dunia.
"Yang meninggal di lokasi ada tiga orang. Satu orang lagi rumah sakit sehingga total empat orang," katanya.
Peristiwa nahas itu bermula ketika sekitar 12 petugas dan relawan bergerak untuk memadamkan kebakaran. Namun, dalam pelaksanaannya, mereka berpencar untuk melakukan pemadaman.
Kondisi angin kencang dan vegetasi yang mengering diduga membuat api cepat membesar hingga sejumlah orang terjebak. Dalam kejadian tersebut, enam orang menjadi korban, terdiri atas empat orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka bakar.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran di kawasan Bromo tersebut. Penyidik juga mendalami apakah peristiwa itu terjadi akibat kecelakaan atau ada unsur kesengajaan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait