PONOROGO, iNews.id – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,4 yang berpusat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari, membawa dampak kerusakan hingga ke Kabupaten Ponorogo. Sedikitnya tiga bangunan mengalami kerusakan cukup parah hingga memaksa sejumlah warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Guncangan gempa yang terjadi saat warga tengah terlelap tersebut memicu kepanikan luar biasa di wilayah Ponorogo dan sekitarnya.
Salah satu dampak kerusakan terparah terlihat di Kelurahan Surodikraman, Ponorogo. Rumah milik Paniyem mengalami kerusakan fatal pada bagian atap dan dindingnya yang hancur akibat guncangan hebat tersebut.
Kondisi rumah yang sudah tidak stabil membuat bangunan tersebut dinyatakan tidak layak huni. Paniyem yang dalam kondisi shock berat pasca-kejadian, terpaksa mengungsi ke rumah tetangga untuk sementara waktu.
"Saya kaget sekali, tiba-tiba gempa besar dan dinding mulai rontok. Beruntung saya bisa langsung lari keluar," ungkap Paniyem dengan raut wajah trauma.
Ketua RT setempat, Adi Wasisto, memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini di wilayahnya. Meski rumah hancur, Paniyem berhasil menyelamatkan diri sebelum material bangunan menimpa dirinya.
"Beruntung korban tidak tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh. Saat ini kami fokus membantu mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan," ujar Adi Wasisto.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, tercatat sedikitnya tiga bangunan mengalami kerusakan akibat gempa Pacitan ini.
Petugas BPBD kini telah diterjunkan ke lapangan untuk menyisir wilayah-wilayah lain yang berpotensi terdampak.
"Tim kami masih terus melakukan pendataan dan penanganan di lapangan terhadap para korban gempa. Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan warga dan memberikan bantuan darurat bagi yang rumahnya rusak," tulis laporan resmi BPBD Ponorogo.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan menghindari bangunan yang sudah mengalami retakan struktur cukup lebar.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait