SURABAYA, iNews.id - Dosen salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya meninggal dunia di Stasiun Kota Mojokerto, Sabtu (30/10/2021) malam. Sebelum meninggal korban sempat mengeluh sakit dan turun dari Kereta Api Doho jurusan Surabaya-Tulungagung.
Informasi dirangkum iNews, peristiwa ini sempat menggemparkan penumpang dan petugas di Stasiun Kota Mojokerto. Korban ditemukan meninggal dalam ruang laktasi.
Selanjutnya petugas stasiun menghubungi polisi. Tak berselang lama, tim identifikasi Polresta Mojokerto datang ke lokasi melakukan identifikasi dan pemeriksaan saksi mata.
Dari pengecekan diketahui identitas korban bernama Asnawi (56) warga Kelurahan Kampung Dalem, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Dari beberapa barang yang ditemukan pada tubuh korban, dia ternyata dosen fisika salah satu PTN di Kota Surabaya.
Petugas Stasiun Kota Mojokerto Ansori mengatakan, awalnya korban turun dari Kereta Api Doho dari Surabaya menuju Tulungagung. Dia menuju toilet dan mengeluh sakit.
Dia meminta istirahat di ruang laktasi dan dilakukan pertolongan awal oleh petugas. Setelah kondisi tenang, korban pun ditinggal keluar. Namun saat dicek lagi sudah meninggal dunia.
"Habis turun dari kereta dia mengeluh kepalanya pusing lalu saya antar ke toilet. Saya tungguin terus dia minta ke ruang lakstasi untuk minta istirahat. Saya sempat olesin minyak kayu putih dan dia tidur. Saya keluar beberapa menit lalu kembali sudah meninggal," ujar Ansori, Sabtu (30/10/2021) malam.
Setelah identifikasi, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo untuk dilakukan autopsi,, Sejumlah kerabat korban yang datang ke stasiun terkejut. Sebab sebelum meninggal korban sempat menghubungi keluarga.
Hasil identifikasi awal tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan. Namun polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait