SIDOARJO, iNews.id – Tiga hari pascajatuhnya Lion Air JT 610 di Perairan Karawang, Jawa Barat (Jabar), keluarga penumpang masih menantikan kabar mengenai kondisi keluarga mereka yang menjadi penumpang pesawat itu. Salah satunya keluarga Jannatun Cintya Dewi, seorang staf Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Keluarga di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berharap yang terbaik untuk Jannatun, setelah insiden pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang itu. Mereka berdoa agar anak pertama pasangan Bambang Supriyadi dan Surtiyem itu segera ditemukan.
Adik korban Nadzir Ahmad Firdaus mengatakan, Minggu malam sebelum tragedi itu terjadi, dia sempat berkomunikasi melalui chatting dengan kakaknya di Jakarta. Melalui pesan singkatnya, sang kakak meminta didoakan adiknya agar selamat dalam menjalankan tugas di luar pulau. Namun, saat itu, Jannatul tidak memberitahu bahwa dia akan bertugas di Pangkalpinang.
“Kakak saya sendiri juga enggak bilang kalau Senin pagi itu dia mau berangkat ke Pangkalpinang,” kata Nadzir Ahmad Firdaus, saat ditemui di rumah duka Jalan Raya Imam Bonjol, Nomor 03 Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (31/9/2018).
Nadzir pun mengaku syok saat mengetahui kakaknya tercinta yang baru berkomunikasi dengannya, menjadi penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang, Jabar. Kabar duka itu sampai ke telinganya saat dia di sekolah. “Saya kan Senin itu sekolah. waktu saya pulang, orang tua saya sudah berangkat ke Jakarta, sekitar jam 12.00 siang waktu itu,” ungkapnya.
Hingga saat ini, Nadzir masih terus berdoa agar ada mukjizat pada sang kakak. Dia ingin bisa bertemu kembali dengan kakaknya. Namun, dia pun pasrah kakaknya meninggal dalam insiden itu.
“Semoga aja ada mukjizat, keajaiban yang menyertai kakak saya. Kalau memang umurnya sudah sampai di sini, ya semoga secepatnya ditemukan, biar cepat dimakamkan,” kata Nadzir.
Saat ini, keluarga besar korban masih menunggu kedatangan jenazah korban di rumah duka. Mereka menanti kedatangan kedua orang tua Jannatun Cintya Dewi yang saat ini masih berada di Jakarta untuk menunggu informasi evakuasi jasad korban bersama ratusan keluarga korban Lion Air lainnya.
Sejumlah karangan papan bunga, berisi ucapan dukacita atas musibah Lion Air JT 610, berderet di halaman rumah Jannatun Cintya Dewi di Jalan Raya Imam Bonjol, Nomor 03 Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.
Menurut data Dirjen Migas Kementerian ESDM, korban Jannatun Cintya Dewi tercatat sebagai tenaga analis kegiatan usaha hilir migas. Dia mulai menjadi PNS pada tahun 2017. Saat kejadian, Jannatun dalam perjalanan melaksanakan tugas di Pangkalpinang.
Editor : Maria Christina
Artikel Terkait