JOMBANG, iNews.id – Ratusan anggota perguruan silat menyerang warga Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (16/8/2026) dini hari. Mereka menyerang permukiman warga menggunakan petasan, lemparan batu, hingga botol kaca bekas minuman keras (miras).
Akibat penyerangan brutal tersebut, sejumlah warga mengalami luka-luka, belasan sepeda motor rusak parah, serta fasilitas kendaraan dan rumah warga hancur.
Insiden mencekam itu bermula saat rombongan massa yang diperkirakan berjumlah ratusan orang melintas di area Desa Plumbon Gambang. Tanpa alasan yang jelas, massa langsung melempari rumah-rumah warga di tepi jalan menggunakan batu dan botol miras yang sudah disiapkan.
Sejumlah warga yang mencoba melakukan perlawanan justru ditembaki petasan dan dihujani batu secara bertubi-tubi. Karena kalah jumlah, warga terpaksa mundur dan memanfaatkan pengeras suara (speaker) musala setempat untuk membangunkan serta meminta bantuan warga lainnya.
Aksi brutal konvoi massa ini menyebabkan sejumlah warga menderita luka-luka. Bahkan, dua orang di antaranya mengalami luka serius hingga harus dilarikan dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.
Selain melukai warga, para pelaku juga merusak belasan unit sepeda motor yang terparkir. Bahkan, kendaraan roda empat milik Kepala Desa Plumbon Gambang turut menjadi sasaran perusakan hingga hancur dihantam batu.
Massa Diduga Konvoi Kepulangan Acara
Kepala Desa Plumbon Gambang, Nur Wakit menjelaskan, massa yang diduga oknum perguruan silat tersebut bergerak dari arah Kota Jombang dengan mengendarai sekitar 50 unit sepeda motor, tiga unit truk, serta beberapa mobil pribadi.
Rombongan tersebut tengah dalam perjalanan pulang usai menghadiri sebuah acara di kawasan Jombang. Namun sepanjang jalan, massa bertindak arogan dan menembak serta memukuli siapa saja warga yang mereka temui di tepi jalan.
"Massa datang dari arah kota membawa puluhan motor dan truk. Setiap bertemu warga di pinggir jalan langsung diserang tanpa sebab. Setelah puas merusak rumah, motor, dan mobil, mereka langsung kabur ke arah Kediri," kata Nur Wakit, Minggu (16/8/2026).
Usai kejadian, Nur Wakit bersama warga mendesak polisi bergerak cepat menindak tegas dan menangkap para pelaku penyerangan. Warga menuntut para pelaku bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan korban luka serta seluruh kerusakan material yang ditimbulkan.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait