Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur Ahmad Zazuli bersama jajaran pengurus melakukan kunjungan ke Kantor KPU Jatim di Surabaya untuk membahas konsolidasi organisasi dan kesiapan menghadapi Pemilu 2029, Selasa (11/8/2026). (Foto: Ist)

SURABAYA, iNews.id - Konsolidasi partai politik menjelang Pemilu 2029 tidak hanya berkaitan dengan penguatan struktur organisasi, tetapi juga kesiapan memenuhi berbagai ketentuan administrasi kepemiluan. Dalam konteks itu, komunikasi antara partai politik dan penyelenggara pemilu menjadi penting untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan kerja Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Jawa Timur ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim di Kota Surabaya, Selasa (11/8/26). Rombongan Perindo Jatim dipimpin Ketua DPW Ahmad Zazuli, yang akrab disapa Cak Jaz, diterima Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi bersama jajaran komisioner.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal terkait konsolidasi organisasi, pengelolaan administrasi dan keanggotaan partai, serta pentingnya keterbukaan informasi dalam menghadapi tahapan kepemiluan. Bagi Partai Perindo, koordinasi sejak awal dinilai dapat membantu memastikan seluruh proses organisasi berjalan sesuai koridor regulasi.

Cak Jaz mengatakan partai politik dan penyelenggara pemilu memiliki fungsi yang berbeda dalam demokrasi. Namun, keduanya memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga agar proses politik berlangsung tertib, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.

"Partai politik dan penyelenggara pemilu memang memiliki peran yang berbeda, tetapi keduanya berada dalam ekosistem demokrasi yang sama. Karena itu, komunikasi dan keterbukaan informasi penting agar setiap proses berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," ujar Cak Jaz dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, penguatan struktur organisasi Partai Perindo di Jatim perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap aturan kepemiluan. Konsolidasi tidak hanya ditujukan untuk memperkuat mesin organisasi, tetapi juga memastikan seluruh administrasi kepengurusan dan keanggotaan dapat dipertanggungjawabkan.

"Yang kami dorong adalah konsolidasi yang tertib dan taat aturan. Dengan memahami ketentuan sejak awal, partai dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik menghadapi tahapan pemilu yang akan datang," katanya.

Bagi Cak Jaz, komunikasi tersebut juga perlu dilanjutkan secara berkesinambungan, tidak hanya ketika tahapan pemilu sudah berlangsung. Menurut dia, koordinasi yang dibangun sejak jauh hari dapat menciptakan pemahaman yang lebih baik mengenai aturan sekaligus mendorong budaya politik yang semakin tertib.

"Kami ingin membangun budaya politik yang terbuka dan taat aturan. Konsolidasi organisasi harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga kualitas demokrasi di Jawa Timur," ujarnya.

Sebelumnya Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi menyambut baik komunikasi tersebut. Menurutnya, keterbukaan informasi antara KPU dan partai politik diperlukan untuk mengurangi potensi persoalan administratif maupun teknis dalam setiap tahapan pemilu.

"KPU Jatim selalu terbuka untuk membangun komunikasi dan keterbukaan informasi dengan seluruh partai politik. Ini penting agar persoalan administratif maupun teknis dapat dipahami dan diselesaikan sesuai ketentuan," kata Aang, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi kelembagaan antara Partai Perindo dan KPU Jatim dalam menghadapi dinamika kepemiluan ke depan. Bagi partai politik, kesiapan organisasi dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi bagian penting dari proses menuju Pemilu 2029.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network