LUMAJANG, iNews.id - Polisi mulai menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lereng Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. Namun, proses penyelidikan masih terkendala banyaknya titik api yang belum padam dan kondisi medan yang curam serta sulit dijangkau.
Memasuki hari kesembilan, kebakaran di kawasan lereng Gunung Semeru masih belum sepenuhnya dapat dipadamkan. Berbagai upaya terus dilakukan petugas untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas.
Kondisi medan yang terjal menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Petugas harus melakukan pemadaman secara manual melalui jalur darat karena sejumlah titik kebakaran sulit dijangkau.
Di tengah proses pemadaman, kepolisian juga mulai melakukan penyelidikan untuk mengusut penyebab kebakaran. Polisi masih mengumpulkan informasi dan melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi yang terdampak.
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, sejauh ini belum ditemukan tanda-tanda atau indikasi yang mengarah pada kesalahan manusia sebagai penyebab kebakaran. Namun, penyelidikan akan dilakukan lebih mendalam setelah seluruh titik api dipastikan padam.
"Tapi sampai saat ini belum ditemukan adanya dugaan tindak pidana pembakaran, namun setelah api padam biasanya kita melakukan laboratorium forensik bersama teman-teman Inafis di mana titik rawan yang diduga human eror ataupun tindak pidana pembakaran," ujar AKBP Riki.
Sementara itu, satu unit helikopter milik BPBD Provinsi Jawa Timur yang sebelumnya dialihkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kembali dioperasikan di kawasan Gunung Semeru.
Helikopter tersebut digunakan untuk melakukan pengeboman air atau water bombing guna membantu mempercepat pemadaman, terutama di lokasi yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.
Hingga kini, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api dan melakukan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api di lereng Gunung Semeru.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait