NGAWI, iNews.id - Seorang ibu bernama Sukarti (50) ditemukan tewas bersimbah darah dalam gudang belakang rumahnya di Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026) siang. Korban diduga dibunuh anak kandung perempuan berinisial DN (30) yang merupakan orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ)
Jasad Sukarti pertama kali ditemukan suaminya, Suparno (60), sepulang dari sawah dan menggegerkan warga setempat. Saat itu, dia hendak melihat kondisi istrinya yang menderita stroke dan ditempatkan di dalam gudang.
Sebelumnya, Suparno memindahkan istrinya ke gudang untuk menghindari amukan DN. Sang anak diduga mengalami gangguan jiwa dan kambuh sejak Rabu (5/8/2026) malam.
Suparno sempat memberi minum kepada istrinya sekitar pukul 05.00 WIB sebelum pergi bekerja ke sawah. Saat kembali ke rumah, dia menemukan korban sudah meninggal dunia dengan sejumlah luka.
Tetangga korban, Santoso mengatakan, Sukarti sempat mendapat tindakan kekerasan dari anaknya pada malam sebelum ditemukan meninggal. Suami korban kemudian memindahkannya agar tidak kembali diketahui DN.
“Semalan itu ditendang-tendang anaknya yang ODGJ. Kemudian dipindahkan bapaknya ke kandang agar anaknya tidak tahu. Kemudian jam 5 subuh dikasih minum sama bapaknya lalu dia pergi ke sawah. Sepulang kerja, bapaknya temukan istrinya sudah gak ada (meninggal),” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Dugaan keterlibatan DN juga diperkuat keterangan sejumlah warga yang melihat anak korban berusaha menganiaya ibunya sejak Rabu malam. Namun, polisi masih mendalami seluruh keterangan dan bukti yang ditemukan.
“Korban ada luka-luka di kepala seperti serangan benda tumpul. Yang pukul diperkirakan anaknya yang ODGJ,” katanya.
Santoso menyebut DN sebelumnya juga beberapa kali menunjukkan perilaku agresif. Kondisi tersebut diketahui warga yang tinggal di sekitar rumah keluarga korban.
“Anaknya memang sering mengamuk,” ucapnya.
Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Ngawi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan di rumah korban. Polisi menemukan luka pada bagian belakang kepala Sukarti yang diduga disebabkan benturan benda tumpul. Dua batang kayu berlumuran darah turut ditemukan dan diamankan dari lokasi kejadian. Barang tersebut akan diperiksa sebagai bagian dari penyelidikan.
Jenazah Sukarti kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Soeroto untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan penyebab kematian korban.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Ngawi AKP Pras Ardinata mengatakan, polisi belum menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti.
“Masih proses penyelidikan. Jenazah kami bawa ke RSUD untuk autopsi,” ujarnya.
DN kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan kondisi kejiwaan. Dalam materi laporan, dia dibawa ke Unit Rehabilitasi Kejiwaan RSUD Soeroto.
“Karena ada indikasi anaknya, maka kami bawa ke RSJ karena kondisi anaknya ODGJ,” ucapnya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait